Penurunan nilai saham Apple itu disebut analis merupakan akibat dari laporan penjualan iPhone di kuartal I tahun fiskalnya. Apple menyatakan kalau 74,8 juta unit iPhone sudah terjual, yang mana pencapaian tersebut naik sangat tipis dari penjualan tahun sebelumnya, 74,5 juta unit.
Sebagai imbasnya, Apple menyatakan revenue mereka akan turun untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan Apple diperkirakan akan berada antara USD 50 miliar sampai USD 53 miliar. Artinya, menurun dari revenue tahun lalu yang tercatat mencapai USD 58 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun nilai keuntungan itu sepertinya tidak memberikan dampak positif ke saham Apple. Karena seperti detikINET kutip dari Forbes, Senin (1/2/2016), pada penutupan pekan kemarin dikabarkan nilai total saham Apple menurun signifikan hingga USD 30 miliar. Ini merupakan penurunan terbesar yang pernah dialami sejak dua tahun terakhir.
Meski mengalami penurunan, total nilai yang dicetak Apple masih terbilang sangat tinggi yakni mencapai USD 533 miliar. Meski demikian analis-analis Wall Street mulai meragukan performa Apple dengan bertanya-tanya sampai kapan iPhone akan bisa bertahan? (yud/ash)