Rabu, 13 Jan 2016 08:17 WIB

Geliat Startup

Rukamen Coba Peruntungan Garap Bisnis Apartemen

Adi Fida Rahman - detikInet
Jakarta - Kehadiran hunian vertikal atau apartemen di kota-kota besar beberapa tahun belakangan semakin marak. Sayangnya, informasi yang memudahkan konsumen untuk mencari apartemen yang tepat belum banyak tersedia.

Kondisi ini yang pada akhirnya mendasari Kristian Bunjamin mendirikan startup bernama Rukamen pada Februari 2015. Melalui usaha rintisan digital itu ia pun membuat sebuah situs listing yang dikhususkan untuk jual beli hingga sewa apartemen.

Menurut Kristian, saat ini memang cukup banyak situs listing properti di Indonesia. Hanya saja informasi yang disajikan terlalu beragam sehingga menyulitkan calon pembeli untuk menentukan pilihan apartemen.

"Saya merasakan mencari informasi apartemen di Indonesia sangatlah rumit. Informasinya sangatlah bervariasi dan tidak tertata. Selain ketersediaan unit, informasi tentang bangunannya sendiri hampir tidak ada," ujar Kristian kepada detikINET, Rabu (13/1/2016).

Dari sana Kritisan lantas membuat Rukamen ramah dalam pencarian. Lamannya itu menampilkan berbagai informasi relevan, mulai dari kondisi bangunan, sang pengembang, lokasi hingga kapan unit apartemen tersebut siap ditinggali.

"Semua fitur-fitur yang ada dibuat sedemikian rupa agar pengguna bisa dengan mudah mencari, menyewa dan menjual apartemen di Indonesia," kata pria yang juga menjabat sebagai CEO Rukamen ini.

Agar makin memudahkan, Rukamen turut mengolaborasikan dengan foto-foto dan Google Street View. Kedepannya, mereka berencana akan menambahkan fitur video di dalamnya.

"Akan ada video tur di apartemen yang terdaftar di situs kami. Tentunya ini bisa membantu calon pembeli untuk melihat keadaan di dalam dan di sekitar apartemen. Serta membantu pihak apartemen untuk bisa lebih maksimal dalam memasarkan produk mereka," papar Pauliady Widjaja, Business Developement Rukamen.

Suka Duka Garap Situs

Rukamen mulai dikembakan sejak Februari tahun lalu. Sekitar bulan Juli 2015, situs listing sewa dan jual apartemen ini mulai online. Sepanjang pengembangnya, sejumlah kendala kerap dijumpai. Dikatakan Pauliady, bug menjadi masalah yang paling sering dihadapai.

"Pada tahap awal development, banyak sekali bug. Tapi kami berhasil mengatasinya. Ini membuat kami senang," ungkap pria yang kerap disapa Paul ini.

Saat ini, Rakumen telah memiliki lebih dari 450 profil apartemen yang berasal dari kota-kota besar di seluruh Indonesia. Kedepannya mereka ingin terus menambah jumlah tersebut.

Hal ini guna memberikan banyak referensi untuk calon pembeli atau penyewa apartemen. Salah satu strateginya dengan memberlakukan biaya listing yang lumayan terjangkau.

Rukamen mematok Rp 50.000 per listing dan Rp 200.000 untuk lima listing dengan jangka waktu tak terbatas atau sampai listing yang bersangkutan tersewa atau terjual.

Selain itu mereka pun kini tengah mencari investor untuk makin membesarkan Rakumen. Saat ini, kata Paul, ada sejumlah investor yang menyatakan ketertarikannya.

"Lagi proses negoisasi. Kami berharap bisa finalisasi dalam waktu dekat. Dengan adanya investor, kami akan lebih agresif untuk memasarkan Rukamen ke publik," pungkas Paul.

(afr/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com