Skandal keuangan yang terjadi di Toshiba membuat perusahaan Jepang itu harus mencari pinjaman senilai USD 2,49 miliar atau sekitar Rp 34,1 triliun (USD 1 = Rp 13.600) sebelum bulan Januari 2016. Uang pinjaman itu akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran di Toshiba.
Untuk mendapat pinjaman, Toshiba dikabarkan sedang mendekati sejumlah institusi finansial, termasuk Bank Mizuho dan Sumitomo Mitsui Banking Corp, seperti dilaporkan Nikkei, Selasa (29/12/2015), yang mengutip ucapan Chief Financial Officer Toshiba Masayoshi Hirata.
Skandal keuangan yang dimaksud adalah di mana Toshiba melebih-lebihkan jumlah keuntungannya di laporan keuangan. Hal tersebut terjadi sejak tahun 2008 hingga 2014. Jumlah keuntungan operasional palsu yang dilaporkan oleh Toshiba dalam rentang waktu itu adalah USD 1,2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun akan mengurangi sekitar 5% jumlah pekerjanya, karena mereka kini hanya akan berfokus pada bisnis chip dan energi nuklir. Toshiba juga sedang bernegosiasi untuk menjual Toshiba Medical Systems, yang bisa meningkatkan modal dasar Toshiba sebesar USD 8,3 miliar
(asj/ash)