Tablet murah di sini maksudnya adalah tablet yang dijual dengan harga di bawah Rp 2 juta. Menurut hasil survei GfK, selama kuartal ketiga 2015, 87% penjualan tablet didominasi oleh perangkat dengan harga di bawah Rp 2 juta.
Demikian diutarakan oleh Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, yang ditemui detikINET di sela-sela peluncuran tablet Evercoss Winner Tab S3, di Jakarta, Senin (15/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi, saat pasar tablet secara internasional menurun, di Indonesia pasarnya masih bertumbuh. Tahun 2015 ini, pasar tablet di Indonesia bertumbuh sebanyak 8% jika dibandingkan dengan tahun 2014.
Ketiga pabrikan yang bekerja sama dengan Intel itu sama-sama menelurkan tablet yang menggunakan prosesor Intel Atom X3. Prosesor -- atau tepatnya SoC -- ini, meski murah namun diklaim Intel punya performa yang tinggi.
"Waktu di-benchmark, ternyata hasilnya bisa mengalahkan tablet-tablet branded lain. Saya juga kaget sebenarnya," lanjut pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini.
Selain tablet dengan harga murah, ternyata tablet yang terbilang laris di Indonesia adalah tablet buatan vendor lokal. Survei yang sama dari GfK menyebutkan, 61% tablet yang terjual dibuat oleh pabrikan lokal.
Intel memang tak melulu menjual SoC untuk perangkat murah. Untuk perangkat yang spesifikasinya lebih tinggi, mereka sebenarnya punya Atom X5 dan X7.
Namun untuk saat ini, menurut Harry, mereka masih memilih untuk menggarap pasar kelas bawah. "X3 sudah cukup (performanya). Dan untuk X5 dan X7, tergantung permintaan vendor," ujar Harry.
(asj/rou)