Combes yang memimpin perusahaan Amerika-Perancis tersebut sejak 2013, mengatakan pembayaran tersebut tidak berhubungan dengan kesepakatan akuisisi senilai 15,6 miliar euro.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9/2015), Combes menyebut dirinya pantas menerima bonus tersebut, mengingat dirinya telah berhasil mengembalikan keberuntungan dan harga saham Alcatel-Lucent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan tersebut, Combes disebut-sebut bisa menerima bonus hampir 14 juta euro bonus selama tiga tahun. Sejak itu, Combes pun mendapat tekanan dari pemerintah setempat. Combes berupaya meyakinkan publik bahwa dirinya tak seperti bos perusahaan Prancis lain yang mengumpulkan kekayaan dari bonus.
"Mengingat nilai saham perusahaan meningkat, jumlahnya mencapai angka yang cukup. Namun itu menandakan saya berhasil menciptakannya dan perusahaan terselamatkan. Ketika saya baru bergabung, perusahaan ini setengah bangkrut dan tidak banyak kandidat yang mau memimpin di sini," terang Combes.
Bonus besar menjadi isu sensitif di Prancis. Hal ini berkaitan dengan politik dan kondisi ekonomi yang sedang melambat di negeri mode tersebut.
(rns/ash)