Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Raksasa Teknologi China Ekspansi Industri Film

Raksasa Teknologi China Ekspansi Industri Film


Adi Fida Rahman - detikInet

Jakarta - Meski telah meraih laba yang cukup besar. Namun tidak menyurutkan sejumlah perusahan teknologi asal China untuk terus menambah pundi-pundi keuntungan. Bahkan mereka mulai merambah bidang baru.

Tencent dan Alibaba, misalnya. Keduanya mulai merambah industri perfilman. Tencent menjadi produser dari film Monster Hunt yang tengah menduduki puncak box office di China. Sementara Alibaba menjadi produser film Mission Impossible Rouge Nation yang tengah tayang di bioskop Tanah Air.

"Pembuatan film akan menjadi media baru. Ada kemungkinan semua perusahaan film di China akan bekerja untuk perusahaan internet China di masa depan," ujar Feng Jun, Analis Senior EntGorup seperti dikutip dari Business Insider, Senin (10/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Feng mengatakan ekspansi ke indsutri film bukan tidak memiliki risiko. Ia mengatakan hanya 15% film China yang dirilis domestik meraih keuntungan. Meski demikian tidak menyurutkan perusahaan teknologi untuk bermain di dalamnya.

Pada Maret 2014, Alibaba Group berhasil mengakusisi ChinaVision senilai USD 800 juta. ChinaVision lalu diubah namanya menjadi menjadi Alibaba Picture Group.

Mereka kemudian melakukan lombatan besar dengan melakukan kerjasama dengan Paramount untuk membiayai film yang dibintangi Tom Cruise. Dan Mission Impossible mandai investasi pertama Alibaba di Hollywood.



Langkah Alibaba tak berhenti di situ saja. Baru-baru ini mereka membeli perusahaan pembuat film Beijing Englight media senilai USD 382 Juta. Selain itu, perusahaan yang dipimpin oleh Jack Ma ini membeli 16,5% saham layanan video online Youku Tudou dan mengakusisi 8% saham rumah produksi Huayi Brothers.

Terakhir April lalu, Alibaba mengakusisi Guangdong Yueke Software Engineering senilai USD 134 juta. Guangdong Yueke merupakan salah satu pemasok sistem tiket bioskop yang digunakan oleh mayoritas bioskop di China.

Menurut Feng apa yang dilakukan Alibaba maupun Tencent bukan sekadar investasi di industri film. Namun lebih dari itu, mereka ini menyediakan lebih banyak konten di layanan video mereka dan bisnis pemesanan tiket online.

"Penjualan tiket online meningkat 40%," pungkas Feng.

(ash/ash)







Hide Ads