Book building direncanakan pada 4-12 Juni dan penentuan harga pada 15 Juni 2015. Sementara penawaran perdana direncanakan pada 29 Juni-21 Juli 2015 dan penjatahan pada 2 Juli 2015. Sedangkan listing akan dilakukan pada 6 Juli 2015.
Rencana initial public offering (IPO) ini membuat perseroan akan menawarkan harga dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp650-Rp800 per saham. Artinya, dengan menawarkan harga tersebut Anabatic bisa meraih dana Rp 417,85 miliar hingga Rp 514,28 miliar.
Hasil penawaran saham menurut rencana sebesar 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas bisnis anak meliputi pengembangan produk dan perluasan pasar. Sebesar 20% untuk melunasi utang perusahaan dan 20% sisanya digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.
Menurut keterangan yang diterima detikINET, Selasa (9/6/2015), Anabatic sendiri memiliki empat bisnis inti yaitu Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing, dan Value Added Distribution.
Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelanggan Anabatic.
Perusahaan yang berdiri pada 2002 tersebut diklaim sudah berkembang pesat dan telah meluaskan usahanya ke mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina.
Mayoritas saham Anabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.
Seiring dengan kondisi bisnis teknologi informasi, kinerja perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Selain aset perusahaan yang terus meningkat, penjualan juga melejit mencapai Rp 2,57 triliun pada 2014, demikian juga laba komprehensif yang dicatat pada akhir 2014 sebesar Rp 81,35 triliun.
(rou/rou)