Sadar tak bisa bergerilya sendiri, EMC menggalang kekuatan dengan pemain di bisnis IT enterprise lainnya. Ada empat perusahaan yang tergabung dalam federasi ini.
Mereka adalah VMware, Pivotal, RSA serta EMC Information Infrastructure -- atau yang lebih dikenal dengan sebutan EMC II.
Sebagai sebuah korporasi, tentu tujuan akhir mereka adalah meraup pendapatan seoptimal mungkin. Alhasil, dengan adanya Federasi ini, kekhawatiran bakal terjadi 'saling memakan' coba ditepis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeremy Burton, President Products & Marketing EMC mengungkapkan, keempat anggota Federasi sejatinya memiliki masing-masing keunikan dari layanan yang ditawarkannya.
Untuk Pivotal misalnya, disebutkan memiliki peran untuk menyediakan platform solusi big data. Sedangkan, VMware dari sisi enterprise mobility software-defined data center. EMC II akan mengambil peran information & converged infrastructure. Terakhir, RSA bakal melengkapi federasi ini dengan solusi keamanan.
Dalam peresmian federasi ini juga ditampilkan logo yang mengambil 4 warna: biru untuk EMC II, hijau Pivotal, merah RSA, dan VMware diwakili dengan warna abu-abu.
Joe Tucci, Chairman & CEO EMC menambahkan, federasi ini dibentuk untuk menciptakan suatu ekosistem IT di pasar, Termasuk untuk memberikan rekomendasi terbaik kepada pelanggan.
"Sehingga nantinya, kami (anggota federasi-red.) akan lebih banyak berdiskusi di belakang layar, berkoordinasi untuk kepentingan pelanggan dan menghantarkan solusi dan rekomendasi ke pelanggan. Tinggal bagaimana mereka (pelanggan-red.) memilihnya," jepas Tucci.
Namun dilanjutkan CEO VMware Pat Gelsinger, meski tergabung dengan suatu federasi, pihaknya tak lantas tak bisa bekerja sama dengan vendor lain untuk menyediakan layanan kepada pelanggan.
"Kami tetap bisa bekerja dengan siapa saja. Seperti VMware bisa bekerja sama dengan NetApp (yang merupakan pesaing EMC), Lenovo, Intel, dan perusahaan lainnya. Itu bagian dari ekosistem dan kita tak bisa menghindari hal itu," Gelsinger menandaskan.
(ash/fyk)