Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tekla Gaet Inkindo

Tekla Gaet Inkindo


Ardhi Suryadhi - detikInet

Jakarta - Guna meningkatkan kemampuan insinyur (engineer) dan konsultan desain konstruksi di Indonesia, produsen software komputer yang berbasis di Finlandia, Tekla Structures, menggandeng Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta untuk membangun Pusat Pelatihan Resmi (Authorized Training Centre /ATC).

Kerjasama ini dikukuhkan pada penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Tekla Rep. Office Indonesia dan pengurus Inkindo DKI Jakarta di Jakarta, Rabu 13 November 2013.

Country Manager Tekla Indonesia, Ajie Pamadaraji, menjelaskan fasilitas ATC itu akan memberikan pelatihan bagi para insinyur di Indonesia untuk lebih mengenal dan mengembangkan konsep BIM (Building Information Modelling) berbasis aplikasi permodelan 3 Dimensi (3D).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Software 3D yang disebut Tekla Structures akan menjadi alat edukasi dan bahan kajian tentang desain teknik struktur bagi para insinyur yang sudah berpengalaman dalam rancang bangun konstruksi moderen.

β€œKami mendukung fasilitas pelatihan ini, karena melihat peluang signifikan agar Inkindo DKI Jakarta dan Tekla dapat berkolaborasi untuk memperoleh pengetahuan yang lebih, pendidikan serta pelatihan bagi para insinyur di Indonesia. Harapan kami, para insinyur dapat lebih memahami program aplikasi solusi BIM dari Tekla untuk desain teknik struktur,” ujar Ajie.

Tekla akan menyediakan program aplikasi dan perangkatnya sebagai sarana pelatihan secara gratis kepada para peserta maupun Inkindo DKI Jakarta. Pengelolaan fasilitas ATC dan pembiayaan pelatihan akan diserahkan kepada pengurus Inkindo DKI Jakarta.

Mereka yang berhak mengikuti pelatihan juga akan dipilih dan diajukan oleh Inkindo DKI Jakarta dengan status sebagai trainer, yang akan menjadi pelatih bagi rekan-rekannya setelah lulus dari pelatihan di ATC.

Dengan program itu, diharapkan kualitas dan kemampuan insinyur di Indonesia kian meningkat. Mereka pun mampu menerapkan teknologi moderen yang sudah terbukti di 100 negara itu dalam setiap proyek infrastruktur berbasis teknologi di Indonesia.

Software aplikasi solusi BIM untuk desain teknik struktur diklaim sudah terbukti keunggulannya dalam proyek pembangunan Terminal Internasional di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali sejak Agustus 2012.

Pembangunan konstruksi terminal baru seluas 120 ribu meter persegi menampilkan desain atap bergelombang, dengan kerangka baja yang dirajut bagaikan gelombang laut.

Para insinyur dari PT Dutacipta Pakarperkasa (DCP) memuji program aplikasi Tekla BIM Structures, yang membantu mereka menciptakan model 3D untuk struktur baja proyek terminal itu dalam dua bulan saja.

Padahal jika memakai aplikasi lain, diklaim perlu waktu minimal empat bulan untuk menyelesaikan tugas rumit itu. Proses fabrikasi struktur baja untuk bagian atap terminal itu lebih lancar dilaksanakan berkat software Tekla.

Selain di Bandara Internasional Ngurah Rai, software aplikasi solusi BIM untuk desain teknik struktur juga telah digunakan dalam pembangunan sejumlah megaproyek di berbagai negara. Di antaranya stadion Olimpiade Beijing 2008 di China, Sirkuit Marina F-1 di Uni Emirat Arab sampai Stadion Wembley di Inggris.

(ash/yud)





Hide Ads