Versi terbaru dari teknologi portal Red Hat itu diklaim dapat memudahkan perusahaan untuk mempercepat pengembangan aplikasi layanan mandiri, dengan mengintegrasikan informasi, orang, dan proses dengan lancar.
Dengan integrasi ke situs web media sosial populer dan kemampuan mobile baru, JBoss Portal 6.1 memungkinkan perusahaan untuk lebih menarik dan mempertahankan pelanggan dengan layanan mandiri yang unggul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena arsitekturnya yang ringan, kemampuan untuk bekerja secara seimbang, dan kemudahan untuk berintegrasi ke infrastruktur yang sudah ada, JBoss Portal dijanjikan cocok untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan penggunaan, termasuk memperluas jangkauan pasar dengan situs web eksternal.
Fitur baru yang ditawarkan JBoss Portal 6.1 antara lain:
Integrasi dengan Facebook, Google+, dan Twitter, yang memberikan pengguna kemampuan untuk login menggunakan kredensial pihak ketiga mereka serta berbagi informasi dan update antara aplikasi portal dan situs media sosial.
Pendeteksi perangkat yang dapat diatur oleh administrator untuk secara otomatis mengarahkan pengguna ke situs versi mobile yang sudah dioptimalkan.
API navigasi publik yang memungkinkan pengembang aplikasi membangun portlet navigasi, memberikan pengguna kemampuan untuk menyesuaikan pengalaman mereka dengan menu yang disesuaikan.
Sebuah Voluntary Product Accessibility Template (VPAT) yang menggambarkan bagaimana JBoss Portal mendukung aksesibilitas bagi penyandang cacat sesuai dengan Pasal 508 dari Undang-Undang Tenaga Kerja Rehabilitasi AS.
"Teknologi portal ramping seperti JBoss Portal memberikan banyak keuntungan besar untuk organisasi yang ingin menggelar atau merevitalisasi aplikasi pelanggan mereka," klaim Craig Muzilla, Vice President and General Manager, Middleware, Red Hat, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (24/10/2013).
(eno/ash)