Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ini 4 Alasan Saham Perdana Facebook Melempem

Ini 4 Alasan Saham Perdana Facebook Melempem


- detikInet

Ilustrasi (reuters)
Jakarta - Setelah lama dinanti, akhirnya Facebook go public. Namun di perdagangan perdananya Jumat lalu, performa saham perusahaan jejaring sosial raksasa ini justru mengecewakan.

Harga saham Facebook ditutup sedikit di atas harga pelepasan yakni US$ 38,23 per lembar. Pada perdagangan keduanya, Senin, saham Facebook ditutup turun 11%.

Mengapa? Inilah empat alasannya, seperti dilansir dari Market Watch (22/5/2012):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Facebook sudah semi-publik
Saat Google go public pada 2004, pasar saham untuk perusahaan swasta belum begitu berkembang. Sekarang, bursa seperti SecondMarket dan SharesPost memungkinkan 'orang dalam' dan investor institusional membeli saham sebelum perusahaan itu go public.

Menurut laporan Bloomberg, bursa-bursa seperti ini telah mendorong kenaikan harga Facebook 13 kali lipat dalam empat tahun di perdagangan negosiasi. Maka inilah yang menghambat laju performa IPO Facebook.

2. 'Orang dalam' Facebook serakah
Gembar-gembor dan tingginya antusiasme publik jelang IPO membuat Facebook bisa melepas sahamnya dengan harga penawaran selangit dan menjual 25% lebih banyak daripada yang direncanakan.

Pihak yang paling diuntungkan, tentu saja karyawan Facebook, pemodal dan investor awal. Orang dalam mampu memeras seluruh nilai IPO hingga tetes terakhir, sementara investor yang membeli saham di perdagangan Jumat lalu hanya dapat ampasnya.

3. General Motors merusak suasana
Perusahaan otomotif raksasa ini memilih waktu yang luar biasa buruk, hanya satu hari sebelum IPO untuk mengumumkan bahwa mereka tak akan lagi pasang iklan di Facebook. GM membongkar kelemahan terbesar Facebook yakni tak adanya sumber penghasilan subur seperti Google yang punya 'pencarian berbayar'.

4. Investor individual tidak tertarik
Meski ramai-ramai diberitakan di media, investor individual menunjukkan sikap sudah berpengalaman dan memutuskan tidak borong saham Facebook. Sebuah polling Associated Press – CNBC menunjukkan 2/3 investor individual aktif berpikir IPO Facebook akan overvalued saat go public. Mereka juga berpendapat kalau IPO Facebook ini hanya tren sementara. Jadi mereka memutuskan berdiam diri.

(ang/ash)





Hide Ads