Namun kesuksesan Nokia menjual 2 juta unit Lumia di triwulan pertama tahun 2012 ini, sayangnya belum mampu membuat para petinggi Nokia puas. Ini wajar mengingat kinerja keuangan untuk periode tersebut belum mengesankan.
"Dinamika industri yang kompetitif, terutama di pasar berkembang, dan penurunan marjin laba kotor untuk smartphone. Nokia mungkin mengalami penurunan 3% dari periode sebelumnya," terang Nokia dalam keterangannya, yang dilansir Slahsgear, Kamis (12/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjualan perangkat kami masih mengecewakan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2012. Di tengah masa transisi ini, Kami berharap lebih baik di kuartal kedua nanti," kata Elop.
"Dalam unit bisnis Smart Devices, kami telah membentuk momentum awal dengan Lumia, dan kami meningkatkan investasi kami di Lumia untuk mencapai keberhasilan pasar. Operator dan mitra distributor kami memberikan dukungan kuat untuk Windows Phone sebagai ekosistem ketiga, yang dibuktikan terakhir dengan peluncuran Lumia 900 oleh AT&T di Amerika Serikat," tandasnya.
Tidak bisa dipungkiri, sejak dipegang Elop, core binis perusahaan itu langsung berubah. Nokia tampaknya 'memompa' lebih banyak uang ke Lumia, untuk memperluas sejumlah pasar dengan Windows Phone.
"Perubahan adalah nyata, dan kami bangga dengan cara Nokia menanggapi cepat kebutuhan konsumen dan mitra," tandasnya.
(ard/ash)