"Pendapatan terbesar kita memang dari carrier atau network, di Indonesia maupun secara global. Namun kita tidak tahu tepatnya berapa persen," ungkap Coorporate Communication Manager Huawei Indonesia Yunny Christine.
Disebutkan Yunny, Huawei memulai bisnis di ranah carrier dan network, lalu berkembang ke perangkat dan sekarang mulai merambah untuk mencoba memenuhi kebutuhan enterprise melalui unit bisnis terbarunya, Huawei Enterprise.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunny dengan percaya diri menyebutkan bahwa apa yang bisa ditawarkan Huawei adalah expertise mereka di bidang telekomunikasi. Menurutnya, Huawei memiliki semua yang dibutuhkan operator.
"Tinggal terserah operator, apa yang mereka butuhkan untuk deploy. Jadi kalau ditanya apa sih Huawei? We have all because we are end-to-end telecom provider. Nah, sejak tahun lalu kita ganti nama menjadi ICT provider," terangnya.
Meski saat ini tengah giat menggarap Huawei Enterprise, tak berarti Huawei mengesampingkan unit bisnis lainnya. Menurut Yunny, semua dikembangkan dan memiliki divisi yang berjalan sendiri-sendiri.
"Basically kita tidak pernah melupakan kita punya infrastruktur, itu ada divisinya sendiri, device pun demikian dan sedang berkembang cukup bagus. Nah, enterprise ini juga lagi mengembangkan," tandasnya.
Kehadiran Huawei Enterprise sendiri dengan demikian melengkapi dua unit bisnis yang sebelumnya sudah ada di Indonesia, yakni unit bisnis infrastruktur jaringan telekomunikasi dan unit bisnis device atau perangkat.
(rns/ash)