Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
China Diprediksi Jadi Raja e-Commerce Dunia

China Diprediksi Jadi Raja e-Commerce Dunia


- detikInet

Jakarta - China diprediksi akan mengalahkan Amerika Serikat (AS) sebagai pasar e-commerce terbesar di dunia pada tahun 2015 mendatang. Demikian hasil laporan firma riset Boston Consulting Group (BCG).

Pasar e-commerce China diproyeksi tumbuh hingga 33 persen untuk mencapai nilai transaksi lebih dari 2 triliun yuan pada 2015. Jumlah konsumen yang berbelanja secara online pun diperkirakan tumbuh 329 juta selama periode yang sama.

Laporan China Internet Network Information Center menyebutkan, hingga akhir Juni, Negeri Tirai Bambu itu memiliki 485 juta pengguna internet. Sebanyak 142 juta di antaranya gemar berbelanja online.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga terjangkau, ketersediaan akses internet di seluruh China, pertumbuhan konsumer yang berbelanja online, serta biaya logistik yang relatif murah, mendorong pertumbuhan industri e-commerce China," kata Waldemar Jap, salah satu partner BCG, dikutip detikINET dari China Daily, Rabu (23/11/2011).

Pada tahun 2006, kurang dari 10 persen populasi urban China berbelanja online. Angka tersebut tercatat naik 23 persen pada 2010 dan diprediksi BCG akan melonjak dua kali lipat hingga 44 persen di 2015.

"Rata-rata akan ada 30 juta warga China yang berbelanja online untuk pertama kalinya hingga 2015. Ini akan melonjakkan jumlah total konsumen e-commerce menjadi 329 juta," kata Jap.

Sebagai catatan tambahan, di tahun itu pula pasar e-commerce akan menempati porsi 7,4 persen dari nilai retail total China. Angka ini naik tajam dari persentase saat ini, 3,3 persen.

Jap lantas membandingkannya dengan yang terjadi di AS. Menurutnya, di negeri Paman Sam, perlu waktu 10 tahun untuk bisa mencapai pertumbuhan dalam tingkatan seperti itu.

Laporan BCG ini, berdasarkan survei yang dilakukan terhadap lebih dari 4.000 konsumen China yang gemar berbelanja online.


(rns/ash)





Hide Ads