Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
CEO Hewlett-Packard Dipecat?

CEO Hewlett-Packard Dipecat?


- detikInet

Jakarta - Lengsernya Leo Apotheker sebagai Presiden dan CEO Hewlett-Packard (HP) terbilang mengejutkan. Terlebih sebelumnya, tidak ada kasak-kusuk seputar pergantian eksekutif senior tersebut. Apotheker jadi korban pemecatan?

Jika benar, berarti Apotheker bernasib serupa dengan mantan CEO Yahoo Carol Bartz yang dipecat oleh jajaran dewan. Ironisnya, Bartz dipecat melalui sambungan telepon.

Namun dalam keterangan resminya yang diterima detikINET, Jumat (23/9/2011), HP secara implisit menolak jika dianggap memecat Apotheker. Raksasa TI asal Amerika Serikat ini menyebut alasan pergantian nakhoda di perusahaannya lantaran Apotheker mengajukan pengunduran diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jajaran direksi HP mengumumkan bahwa telah menunjuk Meg Whitman sebagai presiden dan CEO yang baru, menggantikan Apotheker," kata HP.

Sebagai tambahan, diangkat pula Ray Lane sebagai Excutive Chairman of the Board Director perusahaan yang memiliki lebih dari 300 ribu karyawan itu.

"Keputusan ini efektif berlaku setelah keputusan Leo Apotheker untuk mengundurkan diri sebagai presiden dan CEO, serta dari jajaran direksi perusahaan," lanjutnya.

HP pun menyambut pergantian kepemimpinan ini. Terutama untuk mengangkat HP dari kondisi sekarang. "Kami kini sedang dalam momentum kritikal, dan kami membutuhkan kepemimpinan yang baru untuk mensukseskan realisasi strategi serta mengambil keuntungan dari berbagai peluang yang ada di pasar," tutur Ray Lane, Executive Chairman HP.

Terkait mantan CEO Apotheker, HP tidak terlalu memberikan keterangan detail. Bahkan bisa dibilang tak mau mengungkapnya. Terutama soal alasan mundurnya eksekutif yang baru memimpin HP selama 11 bulan itu.

"Kami sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan Leo, sejak ditunjuk sebagai CEO tahun lalu. Namun jajaran dewan percaya bahwa tugas sebagai CEO sekarang membutuhkan atribut baru untuk menyukseskan eksekusi dari strategi perusahaan," tukas Lane.

"Dan Meg Whitman memiliki kemampuan operasional, komunikasi dan kepemimpinan yang tepat untuk meningkatkan eksekusi dan secara finansial," pungkasnya.

(ash/fyk)







Hide Ads