Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Google diwakili oleh Mike Orgil yang menjabat sebagai Country Lead Public Policy and Government Affairs Google Southeast Asia Pacific, serta Henky Prihatna, Indonesia Country Consultant Google Inc.
"Saat itu intinya Google ingin menegaskan jika mereka tetap akan berinvestasi di Indonesia," tukas Gatot kepada detikINET, Senin (12/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimana kala itu Google didesak untuk membangun data center jika mengaku serius untuk masuk ke Indonesia. "Saat pertemuan itu Google tak menyinggung soal data centernya. Soal itu (data center-red.) mereka akan menjelaskannya lagi nanti," tukas Gatot.
"Jadi masih sebatas komitmen untuk berinvestasi. Adapun model investasinya seperti apa dan berapa nilainya, Google belum mengungkap," tukas Gatot.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, menyebut Google masih ragu untuk berinvestasi karena diminta membangun pusat data (data center).
Dikatakan Gita, Google secara spesifik meminta agar pusat datanya bisa di luar Indonesia. Memang Google enggan membangun pusat data karena alasan keamanan yang belum terjamin.
Google disebut-sebut juga akan berinvestasi lebih besar di Indonesia ketimbang Singapura, Malaysia, dan Thailand. Meski demikian, total investasi yang akan dikeluarkan belum bisa dipastikan.
Dengan adanya investasi Google itu, Gita meyakini akan membawa banyak keuntungan yang akan didapat oleh Indonesia. Gita menjelaskan, investasi dari Google akan menarik investasi dari pihak-pihak lain.
Namun ada beberapa kendala yang mereka inginkan untuk merealisasikan investasi di Indonesia, salah satunya pemasukan dari iklan (advertising revenue).
Kendala lain yang diminta pihak Google sebelum melakukan investasi di Indonesia adalah tersedianya jaminan keamanan untuk pusat data yang akan dibangunnya.
(ash/rns)