Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bartz Bukti Sulitnya 'Woman on Top' di Dunia TI?

Bartz Bukti Sulitnya 'Woman on Top' di Dunia TI?


- detikInet

Jakarta - Insiden pemecatan CEO Yahoo Carol Bartz cukup mengejutkan. Padahal, Bartz pernah dinobatkan sebagai salah satu wanita paling berkuasa di dunia TI.

Carol Bartz tercatat dalam daftar 100 wanita paling berkuasa di dunia versi majalah Forbes, Agustus 2011. Ia menduduki posisi No 37.

Namun jika diurutkan berdasarkan industri, Bartz menempati posisi 5 di antara wanita-wanita yang bergelut di bidang TI dalam daftar tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah berada di posisi paling atas di Yahoo, Bartz ternyata masih bisa digoyang. Bahkan, ia dikabarkan dipecat hanya melalui panggilan telepon.

Kejadian pemecatan Batz ini mengingatkan pada Carly Fiorina, CEO Hewlett-Packard yang dipaksa mundur dari jabatannya pada 2005.

Apakah ini indikasi bahwa posisi paling puncak di industri TI belum bisa diduduki oleh perempuan?

Jika dilihat dari daftar Forbes posisi Top 10 untuk wanita di industri TI adalah sebagai berikut:


  1. Sheryl Sandberg, COO, Facebook (5)
  2. Melinda Gates, cofounder and cochair, Bill & Melinda Gates Foundation (6)
  3. Susan Wojcicki, SVP of Advertising, Google (16)
  4. Cher Wang, cofounder and chair, HTC; VIA Technologies (20)
  5. Carol Bartz, CEO, Yahoo! (37)
  6. Safra Catz, president, Oracle (40)
  7. Marissa Mayer, VP, Local, Maps, & Location Services, Google (42)
  8. Katie Jacobs Stanton, VP, International Strategy, Twitter (56)
  9. Virginia Rometty, SVP, Group Executive Sales, Marketing and Strategy, IBM (82)

Dari daftar itu, tampak bahwa Bartz adalah satu-satunya yang menjabat CEO. Dan kini, tentunya, Bartz sudah bukan CEO lagi.

Sekadar membandingkan, kebanyakan (jika bukan semua) CEO 'legendaris' di industri TI adalah laki-laki. Lihat saja Bill Gates (yang mundur dengan tenang), Steve Jobs (juga mundur) atau Larry Ellison (masih di pucuk Oracle).

Tentunya, melihat ini semata-mata dengan melihat perbedaan gender adalah hal yang tidak adil. Dewan Komisaris Yahoo tentu punya alasan di balik pemecatan Bartz.

Selain itu, tentu tak sedikit CEO bergender laki-laki yang dipecat dari posisi puncak industri TI. Lihat saja insiden Mark Hurd, CEO Hewlett-Packard, yang digulingkan pada 2010 lalu.

Alasan yang lebih masuk akal adalah soal bisnis. Industri TI saat ini sedang menghadapi banyak perubahan dengan melejitnya pemain baru seperti Facebook atau Twitter. Mengganti nahkoda bisa jadi adalah pilihan utama agar terjadi perubahan bagi pemain lama seperti Yahoo.


(wsh/wsh)







Hide Ads