Penyedia solusi bisnis intelijen SAS menjadi salah satu vendor TI yang sedang menggarap komputasi analisa data dan solusi bisnis intelijen lebih terpadu, yang kemudian bisa diakses oleh perusahaan langsung dari ponsel.
Menurut Jim Goodnight, CEO SAS, solusi bisnis intelijen via ponsel saat ini menjadi salah satu core bisnis yang tengah digenjot SAS. Dimana isu utama yang ada di bisnis solusi informasi teknologi adalah terkait jumlah data yang sangat banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya, apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dengan data sebanyak itu yang menjadi pertanyaan. Nah, di sinilah solusi analitikal mulai bermain, supaya bisa tahu apa yang harus dibicarakan, apa yang tidak usah dibicarakan. Kita coba dibuat model dan prediksi, kebiasaan dan lain lain," ujarnya dalam kesempatan wawancara terbatas dengan detikINET di sela acara The Premier Business Leadership Series di Marina Bay Sands, Singapura, Selasa (23/8/2011).
SAS sendiri coba menjual solusi bisnis analisis yang dimilikinya ke industri perbankan. "Kita sangat berminat kepada bisnis bank, seperti manajemen risiko, basel II, basel III. Terutama di Asia ini kita banyak mengkomputasi risiko untuk bank," imbih Jim.
Salah satu hal yang menarik dengan risiko ini, lanjutnya, menggunakan banyak blade server yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 18 jam untuk dikomputasi dengan jumlahnya yang ratusan menjadi hanya sekitar beberapa menit saja dengan menggunakan komputer mini yang paralel.
Sejak didirikan di tahun 1976, SAS memang menjadi salah satu perusahaan TI yang sangat fokus menggarap kalangan korporat. Salah satu fokusnya adalah manajemen risiko di berbagai perusahaan finansial.
Jim menyebut sekitar 42% klien SAS berasal dari sektor finansial. "Telekomunikasi juga cukup besar, farmasi juga ada, ritel, manufaktur. Di minyak dan gas juga kita cukup besar. Sekarang ini yang lagi tumbuh di dunia adalah utilitas," tukasnya.
"Saya kira dalam dua tahun terakhir ini ada konsolidasi, terutama bank. Terutama di sistem IT nya menjadi lebih bersatu. Dengan banyaknya bank yang bergabung ini terlihat mereka sudah siap untuk memompa teknologi yang dipakainya. Kami juga banyak ikut membantu dalam pengembangan manajemen risiko di banyak bank," pungkasnya.
(ang/ash)