Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Tokyo
Cloud, 'Tambang Emas' Baru yang Penuh Ancaman
Laporan dari Tokyo

Cloud, 'Tambang Emas' Baru yang Penuh Ancaman


- detikInet

Tokyo - Cloud computing dinilai sebagai 'the next big thing' di industri teknologi informasi. Layanan alih daya komputasi ini juga digadang-gadang sebagai 'tambang emas' baru yang menggiurkan, sekaligus penuh ancaman.

Demikian disampaikan oleh CEO & Co-Founder Trend Micro, Eva Chen, saat memberikan keynote speech di ajang tahunan Trend Micro -- yang kali ini mengambil tema The 'Future of the Cloud: 2011', di The Prince Park Tower, Tokyo, Jepang, Rabu (27/7/2011).

"Data adalah penemuan terbesar abad ini setelah manusia menciptakan buku dan digital printing. Dan cloud computing adalah cara terbaru untuk saling berbagi (data tersebut)," paparnya di hadapan seribuan undangan yang hadir, termasuk detikINET di acara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cloud computing sendiri sebenarnya hanya istilah untuk mengumpamakan segala urusan komputasi yang berjalan di internet. Di sini, cloud adalah metafora dari medium internet yang dimaksud.

Dari sisi jenis layanan, cloud computing terbagi atas tiga dasar, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS). Sementara dari sifat jangkauan layanan terbagi menjadi public cloud, private cloud dan hybrid cloud.

Konsep cloud ini menawarkan efisiensi. Sebab, beban biaya yang semula bisa habis banyak untuk capital expenditure, kini tak lagi berat karena beban biaya dialihkan untuk biaya operasional yang cukup murah.

"Telah terjadi evolusi baru, dari investasi fisik menjadi virtual. Dengan cloud, semua data bisa diakses di mana saja. Saat sedang di kereta Shinkanzen, maupun saat sedang liburan ke pantai," kata Eva.

Namun, di balik semua kemudahan itu, Eva mengingatkan. "Data yang besar itu seperti tambang emas baru yang perlu terus dijaga. Cara mengamankannya pun tak bisa lagi mengandalkan cara tradisional. Di sini, hacker tak lagi menyebar virus secara acak, tapi sudah targeted attack," kata dia.




(rou/ash)





Hide Ads