Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pendapatan Datacraft di Indonesia Tembus Rp 620 Miliar

Pendapatan Datacraft di Indonesia Tembus Rp 620 Miliar


- detikInet

Jakarta - Perusahaan penyedia solusi teknologi Datacraft berhasil mengumpulkan revenue atau pendapatan sebanyak US$ 67,5 juta atau sekitar Rp 620 miliar dalam kiprah bisnisnya di Indonesia sepanjang 2009 lalu.

Menurut Presiden Direktur PT Datacraft Indonesia Bambang Patrap Yakin, pencapaian yang diraih perwakilan Indonesia menyumbang kontribusi hampir sepersepuluh dari total revenue Datacraft di regional Asia.

"Secara global, Datacraft membukukan revenue sekitar US$ 4,5 miliar, sementara di Asia kurang lebih US$ 750 juta. Datacraft Indonesia menyumbang kira-kira 9% untuk Asia," papar Bambang dalam keterangannya tentang penerapan teknologi Cloud Computing, di Jakarta, Rabu (10/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Supaya bisa terus menambah pendapatannya, Datacraft akan mengandalkan solusi teknologi Cloud Computing yang akan ditawarkan kepada sekitar 300 kliennya yang ada di Indonesia.

Untuk menerapkan teknologi tersebut, perusahaan ini juga menghadirkan tiga solusi pendukung, yakni teknologi data center server dan storage, security, dan performance optimization.

Dengan tiga solusi ini, teknologi cloud computing memungkinkan semua layanan, aplikasi, dan data terpusat di data center yang bisa diakses mudah melalui Internet ataupun intranet. Sehingga teknologi ini mampu menurunkan beban operasional perusahaan.

"Di Singapura, salah satu klien kami di BUMN sana bisa menghemat total cost ownership selama tiga tahun hingga US$ 487 ribu atau setara Rp 4,46 miliar," kata Bambang berpromosi.

Sebab, perusahaan itu tidak perlu membayar penuh untuk lisensi, software dan hardware. Ketiga unsur ini telah ditangani oleh perusahaan penyedia teknologi cloud computing yang menyediakan infrastruktur, layanan, dan piranti.

Pelanggan Cloud bisa dibilang hampir tidak mengeluarkan biaya untuk belanja hardware. Serta tidak memerlukan alokasi dana untuk software maintenance. Meski demikian, tentu saja ada biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mengadopsi teknologi ini.

"Biayanya beragam, tergantung skala perusahaan. Ada yang mulai dari US$ 15 ribu sampai ratusan ribu dolar," ungkapnya.

Dalam menyediakan solusi teknologinya, termasuk Cloud Computing, Datacraft bisa dibilang mirip 'penjahit baju' yang mengkombinasikan teknologi beberapa perusahaan ternama yang menjadi mitranya.

Perusahaan itu antara lain Cisco untuk solusi server, EMC untuk solusi backup dan restore data, Riverbed sebagai WAN accelerator, F5 untuk application delivery, Bluecoat sebagai WAN optimization, Tipping Point di sisi sekuriti, serta APC sebagai salah satu penyedia fasilitas data center.

(rou/wsh)







Hide Ads