Telkom yang kini memiliki enam ribu basis pelanggan korporat di seluruh Indonesia, meski mengaku tak khawatir akan imbas dari krisis keuangan global, namun tak memungkiri akan berupaya keras mempertahankan basis pelanggan yang telah ada sembari mencari tambahan 5% pelanggan baru.
"Kami mengalokasikan 15% dari total anggaran program Infusion 2008 yang sebesar 540 miliar rupiah untuk membangun infrastruktur layanan i-Sure. Layanan ini khusus kami buat untuk memberi insurance kepada pelanggan korporasi kami agar tetap puas dengan layanan berbasis TI yang diselenggarakan Telkom," kata Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, di sela peresmian i-Sure di Gedung Telkom Grha Citra Caraka, Jakarta, Senin (22/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perlahan mulai bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi perusahaan berbasis teknologi komunikasi informasi yang juga menawarkan jasa multimedia," kata Chief Information Officer Telkom, Indra Utoyo.
Selain dari bisnis telekomunikasi bergerak melalui anak usaha Telkomsel, bisnis dari segmen korporasi juga telah menjadi tonggak utama yang menopang pendapatan usaha perseroan.
Direktur Enterprise and Wholesale, Arif Yahya, menuturkan pendapatan dari lini bisnis korporasi telah memberi kontribusi 50% dari seluruh pendapatan Telkom.
"Meski pertumbuhan dari basis pelanggan relatif melambat, namun dari sisi bisnis pasar korporasi tetap akan ada pertumbuhan 10 persen," tukasnya seraya menyebut sejumlah klien yang berasal dari perusahaan financial banking, pertambangan, pendidikan, serta underlicense operator alias operator telekomunikasi yang menyewa jaringan Telkom.
Arif mengakui, perusahaan-perusahaan tersebut memilih Telkom tak lain karena jangkauan layanannya yang luas. "Enam puluh persen perusahaan pilih Telkom karena coverage. Baru sisanya memilih karena pertimbangan kustomisasi, konsultasi dan cost. Kami berani jamin, harga yang kami tawarkan kompetitif," tandasnya seraya berpromosi.
Β
(rou/wsh)