Epson Indonesia misalnya, sudah terang-terangan memprediksi bahwa pasar printer tanah air bakal turun sekitar 30 persen lantaran kondisi ekonomi dunia yang tengah krisis ini. Perusahaan produk imaging ini pun telah pasrah kalau pendapatan mereka nantinya juga ikutan kendor.
"Saya memperkirakan market pasar printer pastinya akan kena efek krisis, penurunannya bakal sekitar 30 persen. Tapi kita berharap pasar Epson turunnya tak terlalu jauh, paling sekitar 20 persen," ujar Senior General Manager Epson Indonesia M. Husni Nurdin dalam Epson media gathering yang berlangsung di Hard Rock Hotel Bali hingga Jumat (7/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa demikian? Dikatakan Husni, peluang itu datang dari sektor pendidikan. Pasalnya, di 2009 nanti pemerintah telah berkomitmen untuk akan lebih meningkatkan sarana di sektor pendidikan. Nah, salah satu alat yang kerap mengisi kelas-kelas di sekolah adalah proyektor.
Alasan inilah yang melambungkan harapan Epson untuk memperluas lahan bisnisnya di pasar proyektor. "Selain anggaran pendidikan akan menjadi 20 persen dari APBN (di 2009), nanti juga bakal ada pemilu. Jadi untuk proyektor akan lebih stabil atau cenderung naik," tukas Husni.
Epson sendiri saat ini mengklaim sudah menguasai 20 persen pangsa pasar proyektor di Indonesia. Tahun 2008 ini mereka menargetkan menjual sekitar 40 ribu unit proyektor di seantero tanah air. Produk-produk unggulan mereka antara lain proyektor EMP 1725, 1825 dan 1715. Sementara di pasar printer inkjet, Epson memiliki sekitar 28 persen pangsa pasar. (ash/dwn)