Antonius Tjokro, Product Manager Axioo Internasional mengatakan, tiap tahunnya tingkat pertumbuhan industri notebook di Indonesia bisa mencapai 10 persen. Namun hal itu jika kondisi perekonomian normal alias tidak ada krisis ekonomi.
"Namun kalau ada krisis seperti sekarang ini sepertinya (pertumbuhan) bakal turun. Kita masih belum melakukan koreksi, tapi kira-kira penurunan bisa mencapai separuhnya," ujarnya kepada detikINET di sela peluncuran produk baru Axioo di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (21/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, lanjut Antonius -- khusus untuk Axioo -- harga yang ditawarkan ke konsumen tidak mengalami kenaikan di tengah badai krisis ini. Namun jika nilai tukar dolar terhadap rupiah sudah mencapai Rp 10.000 baru kenaikan harga bakal terjadi. "Karena berpengaruh terhadap komponen-komponen yang digunakan," tukasnya.
4 Produk baru
Pun demikian, kondisi diatas bukan berarti menghalangi niat Axioo untuk meluncurkan produk baru mereka. Bahkan, langsung 4 produk baru yang mereka tawarkan konsumen.
Keempat produk tersebut terbagi ke dalam tiga model, Zetta MNS, Neon MNC & MLC serta Pico DJJ. Seri Zetta dan Neon merupakan komputer jinjing berjenis notebook sedangkan Pico berjenis netbook.
Zetta ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan notebook untuk fungsi bisnis dan games. Neon lebih ditempatkan di jajaran notebook segmen menengah, sedangkan Pico khusus ditujukan untuk pengguna yang mobile dan ingin berinternet dimana pun.
Mau ngobrol seputar dunia komputer? Masuk saja ke detikINET Forum.
(ash/fyk)