"Utilisasi storage di Indonesia saya perkirakan masih 20-30 persen," kata Steven Law, Country Manager NetApp Indonesia ketika ditemui di Restoran Samara, Jakarta, Selasa (21/10/2008).
Menurut dia, hal itu disebabkan sistem storage yang digunakan perusahaan tidak memiliki sistem aplikasi provisioning yang fleksibel, adaptable, dan cost effective untuk mengatur penyimpanan datanya. "Padahal pelanggan seharusnya punya alternatif," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan storage dari sektor telekomunikasi dan energi selalu meningkat double dari tahun ke tahun," kata Steven yang mengklaim 90% pasar di sektor energi merupakan klien dari NetApp. Sementara di sektor telekomunikasi, ia mengklaim NetApp masuk sebagai pemain storage tiga besar.
Dari sektor telekomunikasi sendiri, volume kebutuhan akan storage tahun ini diperkirakan mencapai 7-8 petabyte atau sekitar 7000-8000 terabyte. Di mana setiap terabyte yang dijual NetApp ke perusahaan dibanderol seharga US$ 15 ribu.
"Tahun ini, bisnis storage kami dari sektor telekomunikasi berimbang dengan sektor energi, masing-masing 35 persen. Sementara sisanya didapat dari sektor lain. Mudah-mudahan, dengan demikian, kami bisa masuk positioning tiga besar dengan menguasai 20-25 persen pangsa pasar storage," pungkas Steven.
(rou/wsh)