PrivyID Gratiskan Layanan Tanda Tangan Digital Selama PSBB

PrivyID Gratiskan Layanan Tanda Tangan Digital Selama PSBB

PrivyID Gratiskan Layanan Tanda Tangan Digital Selama PSBB

Advertorial - detikInet
Kamis, 07 Mei 2020 00:00 WIB
adv privy
dok. PrivyID
Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah mengonfirmasi sebanyak 11.192 kasus positif pada 6 Mei 2020. Berdasarkan data yang dirilis, belasan ribu kasus positif tersebut tersebar di 326 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia. Lonjakan serta persebaran virus ini telah mendorong Presiden Joko Widodo untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan mudik. Lebih lanjut, beberapa pemerintah provinsi juga menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sebagai langkah antisipasi lebih lanjut.

Salah satu bentuk penerapan dari kebijakan PSBB meliputi pemindahan tempat bekerja, dari yang sebelumnya di tempat umum seperti gedung perkantoran, ke tempat tinggal masing-masing pekerja. Selain itu, kebijakan ini juga membatasi jumlah penumpang di moda transportasi umum.

Tentunya, kebijakan ini menimbulkan imbas yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor bisnis. Berbagai proses berbisnis bisa jadi tertunda akibat terbatasnya ruang gerak pekerja di tengah PSBB. Guna membantu perusahaan menjaga kelancaran proses berbisnis di tengah PSBB, perusahaan penyedia layanan tanda tangan digital PrivyID menggratiskan layanan akun Enterprise PrivyID hingga 31 Mei 2020.

"Kami ingin layanan yang kami miliki dapat menjangkau lebih banyak perusahaan di Indonesia. Harapannya, program yang kami jalankan dapat membantu perusahaan-perusahaan tersebut untuk tetap memiliki ruang gerak operasional selama masa PSBB", ungkap CEO PrivyID Marshall Pribadi.

Lalu, apa itu Akun Enterprise PrivyID? Enterprise PrivyID adalah solusi pengelolaan dokumen elektronik yang dirancang untuk memudahkan proses bisnis perusahaan berbagai skala. Melalui akun Enterprise PrivyID, perusahaan dapat berbagi dan menandatangani dokumen elektronik tanpa perlu bertatap muka. Perusahaan yang mendaftar melalui situs https://wfh.privy.id akan dibebaskan dari biaya pendaftaran.

Selain itu, akun Enterprise PrivyID yang telah sukses didaftarkan dapat diakses oleh 10 karyawan serta dapat digunakan untuk membagikan dan menandatangani dokumen internal secara digital tanpa batas. Perusahaan juga akan mendapatkan 100 saldo untuk berbagi dokumen dan meminta tanda tangan elektronik dengan pihak eksternal tanpa biaya tambahan. Program ini berlaku bagi perusahaan yang belum pernah menggunakan layanan akun Enterprise PrivyID sebelumnya.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari program Indonesia Bergerak, sebuah gerakan kolaborasi antara startup binaan Telkom di bawah MDI Ventures. Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia, Achmad Sugiarto, mengatakan teknologi memiliki potensi untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi virus COVID-19.

"Partisipasi PrivyID pada program Indonesia Bergerak merupakan salah satu solusi teknologi yang bisa digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya di tengah masa PSBB, tanpa harus datang dan berkumpul di kantor," lanjutnya.

Adapun startup yang berkolaborasi dalam IndonesiaBergerak antara lain Kata.ai yang menyediakan chat bot platform, Qiscus sebagai platform aplikasi chat untuk komunikasi internal organisasi, Volantis sebagai pengolah data (big data) yang menyajikan data persebaran COVID-19 serta Qlue yang menghadirkan fitur pelaporan warga. (adv/adv)