http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

 
 

Andromax U: Ponsel Rp 1,6 Juta dengan Kamera Menggoda

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 18/02/2013 15:55 WIB
Andromax U: Ponsel Rp 1,6 Juta dengan Kamera Menggoda Andromax U (ash/detikINET)
Jakarta - Konsep ponsel 'murah meriah' sepertinya masih menjadi strategi Smartfren untuk bersaing di ranah ponsel pintar dan juga menggaet pelanggan data. Produk andalan terbaru mereka adalah Andromax U, yang dilengkapi fitur menggoda.

Kenapa disebut menggoda? Sebab dengan banderol harga Rp 1,599 juta, Andromax sudah dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup mentereng.

Sebut saja kamera 8 megapixel, prosesor dual core 1,2 GHz Qualcomm Snapdragon hingga sudah dilengkapi dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang akan bisa di-upgrade ke versi Jelly Bean.

Lantas bagaimana dengan performa dan penampilannya? Simak review detikINET berikut terhadap Andromax U.

Manis Minimalis

Dengan mengusung konsep full touch screen, Andromax U bisa dibilang cukup memiliki gaya. Desain yang disajikan bak ponsel-ponsel kelas atas, dibalut dengan bahan plastik glossy berwarna hitam (ada juga versi warna putih).

Tampilan wajah Andromax U cukup manis dan minimalis dengan layar selebar 4,5 inch IPS display 540x960 pixel. Tak ada tombol fisik sama sekali di sisi muka. Namun ketika layar aktif akan terlihat tiga tombol layar sentuh untuk navigasi standar yakni home, back, dan shortcut.

Tombol fisik baru ada di bagian samping, di kanan ada on-off button sedangkan di sisi kiri urusan volume. Bagian atas pun hanya ada dua lubang colokan, untuk charger dan audiojack 3,5 mm output.

Dengan keberadaan fitur One Glass Solution, panel layar tampak menyatu dengan pelapis kaca yang bersentuhan langsung dengan jari pengguna sehingga gambar yang ditampilkan terlihat lebih jernih.

Beralih ke belakang terdapat lobang speaker di sisi bawah. Sementara di atas menjadi porsi kamera beserta LED flash. Berbeda dengan seri Andromax terdahulu, untuk seri U, bagian punggung ini dibuat lebih mulus, tidak ada gradasi. Alhasil ketika dipegang dalam kondisi berkeringat, pegangan dapat menjadi licin.

Satu sorotan lainnya juga datang terhadap desain kamera di bagian belakang ini yang terlihat terlalu besar dan agak menonjol. Tentu alangkah lebih elegan lagi jika kamera ini dibuat lebih 'tertutup' dan rata dengan cover.

Pun demikian, overall, desain dan bodi Andromax U cukup manis dan berkelas untuk ponsel selevelnya.





EVDO Rev A vs GPRS

Andromax U bisa dibilang ponsel penyegaran dari Smartfren. Sebab pada seri-seri sebelumnya, operator CDMA ini menggandeng HiSense sebagai partner manufaktur untuk membuat perangkat andalannya. Namun kali ini mereka memilih Innos sebagai pabrikan yang membuat Andromax U.

Tentunya, dengan peralihan pabrikan ini, diharapkan ada peningkatan dari urusan gaya dan kemampuan. Sehingga mereka dapat melepas diri dari generalisasi label 'ponsel China' yang kerap dipandang sebelah mata.

Penampilan Andromax U sendiri tak bisa dilepas dari keberadaan OS Android Ice Cream Sandwich yang diusungnya. Memang dari segi tampilan tak terlalu banyak perubahan dibandingkan perangkat lain yang sejenis.

User interface di Andromax U bisa dikustomisasi dengan beragam widget. Terdapat pula Smartfren Customer info sebagai desain default di halaman utama.

Urusan konektivitas, ponsel ini sejatinya sudah dual on (EVDO+GSM). Dimana ia sudah mendukung teknologi CDMA 2000 1x EVDO RevA 800/1900 MHz + GSM GPRS. Nah, di sinilah yang disayangkan, konektivitas GSM di sini telah dibatasi cuma bisa berjalan sebatas di jaringan GPRS.

Sementara untuk jalur EVDO Rev A di atas kertas bisa digeber dengan kecepatan download up to 3,1 Mbps dan upload hingga 1,8 Mbps. Bisa ditebak, Smartfren pastinya ingin terus 'menjaga' pengguna Andromax U untuk terus menggunakan layanan mereka, dibandingkan alih-alih memakai layanan operator 'tetangga'.

Selain itu, tersedia pula konektifitas lain seperti bluetooth 3.0, WiFi dengan kemampuan mobile hotspot serta kabel MicroUSB sehingga dapat digunakan sebagi modem.

Pada kartu RUIM (CDMA), ponsel ini menggunakan format micro SIM card. Namun pengguna tak perlu khawatir karena kartu perdana yang disertakan pada paket penjualan telah dilengkapi dengan micro RUIM. Sedangkan untuk slot GSM, menggunakan SIM card biasa.





Performa

Untuk urusan performa, Andromax u tentunya tak bisa dilepaskan dari komponen prosesor 'dua otak' mereka yang dibenamkan. Mengusung nama besar Qualcomm Snapdragon dengan kecepatan 1,2 GHz, tentunya ada harapan tinggi dari kinerja yang bisa diletupkan dari perangkat ini.

Ketika dijajal, untuk menjalankan beragam aplikasi game dan multimedia, Andromax U bisa dibilang tidak mengecewakan. Aplikasi tersebut berjalan cukup mulus.

Artinya kombinasi prosesor dual core Qualcomm Snapdragon MSM8625 dengan GPU 203 Adreno cukup ciamik di perangkat yang memiliki RAM 768 MB ini. Tampilan layar yang diusap dengan capat begitu gampang dilibas.

Hanya saja saat beralih digunakan untuk menjalankan video HD, sepertinya Andromax U cukup keteteran untuk mengimbanginya.

Antutu mencatat ponsel dengan baterai Lithium Ion 1800 mAh ini mencapai nilai 6382. Sementara aplikasi benchmark Quadran Standar memberikan nilai 2806 kepada Andromax U.







Kamera

Seperti yang telah disebutkan di awal artikel ini, kamera menjadi salah satu fitur yang paling menggoda dari Andromax U. Sederhana saja, dengan harga Rp 1,6 juta tentu perangkat ini menjadi segelintir ponsel yang berani menawarkan kamera sekelas 8 megapixel.

Kamera utama tersebut ditempatkan di bagian belakang, sementara di sisi depan dilengkapi dengan kamera 2 megapixel.

Lantas bagaimana kualitasnya? Untuk kamera 8 MP-nya, tentu saja cukup baik. Apalagi saat digunakan dalam kondisi cukup cahaya atau di luar ruangan, hasil jepretan tak kalah dengan ponsel high end yang jauh lebih mahal.

Sementara di dalam ruangan atau kondisi gelap, hasilnya juga gak jelek-jelek amat. Kehadiran autofocus dan LED flash membuat hasil bidikan dari kamera ini masih dia atas perangkat sejenis dengan jumlah megapixel lebih sedikit.

Yang menarik di sini adalah fitur camera setting yang menjadi bawaan Ice Cream Sandwich. Dimana berbagai pengaturan pengambilan gambar bisa dipilih dengan mudah. Mulai dari ukuran dan kualitas foto, efek warna, besaran saturasi dan contrast, serta masih banyak lagi.

Oh, iya jangan lupa untuk menjajal fitur panorama di kamera ponsel ini yang cukup membantu untuk mengambil gambar yang bernuansa pemandangan.

Sementara untuk urusan perekaman video, kamera Andromax U bisa meringkus hingga resolusi HD 720p. Anda juga bisa mensetting dari segi audio dan video encoder, video duration dengan maksimal 30 menit, serta efek warna.





Kesimpulan:

Dengan banderol harga Rp 1,6 juta, tentu saja Andromax U diterjunkan untuk segmen menengah ke bawah. Namun dengan spesifikasi yang diberikan, sepertinya tidak jelek-jelek amat.

Seperti keberadaan prosesor dual core Qualcomm Snapdragon dan kamera 8 megapixel, menjadi tawaran yang cukup menggoda.

Tinggal menunggu upgrade untuk Jelly Bean di perangkat ini yang belum bisa dipastikan kapan waktunya.

Selain itu seperti seri-seri Andromax sebelumnya, di Andromax U, Smartfren juga telah menawarkan pengguna dengan pilihan beragam aplikasi yang cukup menarik. Semisal gudang musik, FM radio, uangku, viki, google maps, dan masih banyak lagi.

Kelebihan:

-. Harga terjangkau
-. Kamera dan Prosesor Menggoda
-. Desain Elegan


Kekurangan

-. Koneksi GSM hanya terbatas di GPRS
-. Masih menanti Jelly Bean


(ash/fyk)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close