http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Mito T510, Android Jelly Bean Dual Core 'Lokal' Rp 1 Jutaan

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 14/02/2013 19:00 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2013/02/14/317/mitot510460.jpg T510 (mito)
Jakarta - Tren ponsel pintar saat ini bisa dibilang tengah mengarah ke model ponsel jumbo. Dengan layar yang ekstra lega, perangkat genggam pun diharapkan dapat lebih memberikan kepuasan kepada pengguna.

Tentu saja dari sisi performa, ponsel berukuran lebar yang kerap disebut sebagai phablet (ponsel + tablet) ini juga harus ditunjang dengan dapur pacu yang ciamik, seperti prosesor yang telah dibenamkan oleh 'dua otak' alias dual core.

Hanya saja di pasaran, ponsel jenis ini -- berlayar besar dan performa tinggi -- masih belum banyak yang ramah kantong. Nah, segmen inilah yang coba diisi vendor ponsel merek lokal Mito Mobile lewat seri T510.

Hansen Lie, Direktur Utama Mito Mobile mengatakan bahwa dengan lebar layar 5 inch, T510 diharapkan dapat menjadi pilihan pengguna yang ingin merasakan sensasi ponsel dengan layar ekstra tapi dengan banderol murah. Mito T510 sendiri dibanderol Rp 1,19 juta.

Dengan memiliki 'dua otak', pengguna dapat dengan lancar menikmati performa T510. Termasuk untuk urusan perpindahan aplikasi hingga untuk menikmati fitur multimedia.

Ponsel ini pun dijalankan dengan Android 4.1 Jelly Bean. Seperti diketahui, aplikasi kamera/video bawaan Jelly Bean cukup memadai, di dalamnya sudah terdapat sejumlah pengaturan tingkat cahaya, modus pengambilan gambar, dan lima pilihan White Balance, serta fitur panorama.

Urusan hiburan, sudah ada fasilitas FM radio hingga TV Tuner di ponsel 3G dan berjenis dual SIM ini.Next

Halaman 1 2
(ash/rns)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close