http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Konsep Playstation 4: Satu Game untuk Satu Konsol

Yudhianto - detikinet
Minggu, 06/01/2013 10:01 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/06/654/ps4.jpg Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Kendati peluncuran Playstation 4 masih belum jelas, namun konsep konsol game terbaru besutan Sony tersebut berhembus berita yang tidak menyenangkan.

Pasalnya, Sony sebagai pengembang Playstation 4 dikabarkan telah mendaftarkan paten yang memungkinkan game konsol terbarunya tersebut hanya dapat dimainkan pada sebuah konsol saja.

Dengan kata lain, pemilik Playstation 4 nantinya, tidak dimungkinkan lagi untuk menjual game bekas miliknya ke pemilik Playstation 4 lainnya. Hal tersebut terjadi akibat penggunaan teknologi pada kepingan disk game Playstation 4 nantinya yang disebut RFID ID.

Teknologi RFID ID pada kepingan disk game Playstation 4 nantinya akan mampu mengingat konsol yang pertama kali memainkannya sebagai konsol yang memiliki hak untuk memainkannya.

Saat kepingan cakram tersebut dijalankan di konsol Playstation 4 lainnya, dengan sendirinya kepingan disk game berteknologi RFID ID tersebut akan menolak untuk menjalankannya, seperti yang dikutip detikINET dari Guru3D, Minggu (6/1/2013).

Namun, meski paten tersebut telah secara resmi terdaftar pada U.S. Patent and Trademark Office, melalui pernyataan terakhirnya, Jack Tretton selaku Head Sony Computer Entertainment America justru menentang kemungkinan tersebut.

Hal sejenis sebenarnya pernah hampir diberlakukan saat rumor Playstation 3 beredar beberapa tahun lalu. Namun untungnya, hingga hari peluncurannya hal tersebut tidak terbukti.

Semoga saja hal yang sama juga tidak terjadi pada Playstation 4 nantinya, karena bila benar diaplikasikan, siap-siap saja Sony menghadapai kegeraman jutaan penggemarnya di seluruh dunia.
(tyo/tyo)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close