http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Mantan BRTI: RPM Konten Memalukan dan Memilukan!

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Senin, 26/11/2012 17:37 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2012/11/26/328/ponseldalam.jpg ilustrasi (ist)
Jakarta - Tata cara konten digital dan SMS premium yang mulai dibuka untuk uji publik masih dianggap jauh dari kata memuaskan. Bahkan sampai-sampai, seorang mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyebut aturan ini "memalukan" sekaligus "memilukan".

"Memalukan dan memilukan, RPM Jasa Konten kok ada coret-coretan begini. Mbok ya dibersihkan dulu kalau mau dikonsultasikan ke publik. Konsultasi publik kok seperti becandaan," ketus Heru Sutadi mengomentari Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tersebut, Senin (26/11/2012).

Ternyata, menurut anggota BRTI dua periode itu, bukan kali ini saja Kementerian Kominfo terkesan asal-asalan dalam membuat RPM. "Tata cara 3G pernah dikasih waktu semalam saja, 24 jam. Keamanan sistem informasi isinya seperti proposal. Sekarang di RPM Jasa Konten masa di naskah masih ada coret-coretan. Ini serius apa nggak sih meminta saran publik?" sungut Heru.

Selain mengomentari masalah printilan, pria yang sekarang jadi peneliti di Indonesia ICT Institute ini juga ikut mengomentari isi dari RPM konten yang ia yakini punya potensi besar menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Misalnya soal opt in untuk SMS broadcast. Kemudian soal pengawasan dan pengendalian di bawah BRTI, sementara perizinan di Ditjen PPI. Pasti akan terjadi perdebatan serius soal isi, karena akan bertarung berbagai kepentingan. Yang sudah-sudah, jika izin dikeluarkan Dirjen, seperti ISP, pengawasan dan pengendalian di Ditjen PPI juga, bukan BRTI," paparnya.

RPM ini, menurutnya, juga tidak secara tegas menyebutkan penyelenggara jasa konten sebagai jenis penyediaan jasa baru. "Jika ya sebaiknya dimasukkan dalam revisi KM No.21/2001," tegas Heru.

"Terkait nomor akses disebut nomor telepon pendek atau kode layanan internal, nah nomor-nomor ini yang mana saja, belum terlihat jelas. Misalnya, apakah UMB dimasukkan dan akan pakai berapa digit?Next

Halaman 1 2
(rou/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Rudiantara Cocok Jadi Menkominfo?

Dengan latar belakanganya sebagai seorang profesional di industri telekomunikasi, Rudiantara dianggap pas menempati kursi menkominfo. Lantas, bagaimana dengan Anda, apa berpendapat sama?
Pro
73%
Kontra
27%


Must Read close