detikinet

Robot Berkulit Bantu Anak Autis Berinteraksi

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Senin, 04/05/2009 09:05 WIB

kasper (sciencedaily)

Jakarta - Anak autis seringkali bermasalah dalam melakukan interaksi sosial. Sebuah robot dengan kulit buatan dikembangkan untuk membantu anak-anak penyandang autis dalam berinteraksi sosial.

Para peneliti di University of Hertfordshire’s School of Computer Science yang diketuai Professor Kerstin Dautenhahn mengerjakan sebuah proyek untuk mengembangkan robot berkulit dan dilengkapi sensor peraba. Robot humanoid seukuran anak kecil ini dinamakan Kasper.

Dikutip detikINET dari Sciencedaily, Senin (4/5/2009), teknologi sensor akan memberikan feedback sentuhan dari berbagai bagian tubuh robot. Kulit robot yang berpadu dengan sensor peraba akan mendeteksi berbagai jenis sentuhan.

"Anak-anak autis seringkali bermasalah dengan sentuhan. Ide untuk melapisi robot dengan kulit buatan akan membantu pengembangan komunikasi dan interaksi sosial. Sensor peraba akan memungkinkan robot mendeteksi berbagai tipe sentuhan, dan menanggapinya dengan cara-cara yang berbeda," ujar Professor Kerstin Dautenhahn.

Para peneliti berharap, robot ini akan dapat menanggapi berbagai macam gaya permainan anak-anak saat bermain dengannya, sehingga dapat membantu anak-anak mengembangkan interaksi sosial yang sewajarnya (tidak terlalu agresif) saat berhadapan dengan orang-orang.

( faw / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%