Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Data Siswa Terumbar, Privasi Terlanggar?
Selasa, 14/10/2008 13:32 WIB

ilustrasi (situs diknas)
Jakarta - Banyak yang mengecam Diknas karena dinilai lalai mengumbar data privasi jutaan anak sekolah di situsnya. Lalu bagaimana hal itu jika dilihat dari sisi hukum, apakah melanggar hak privasi?
Menurut pandangan Rapin Mudiardjo, praktisi hukum dan koordinator ICT Watch, sebelum memvonis bahwa hal yang dilakukan Diknas itu sudah melanggar hak privasi ada baiknya mengenal lebih dulu konsep privasi itu seperti apa.
Rapin menjelaskan, privasi dalam konteks informasi sangat bergantung pada persepsi orang tersebut 'membahasakannya' sebagai suatu privasi. "Suatu hal yang dianggap privasi bagi seseorang, belum tentu juga sebagai sebuah privasi bagi yang lain," jelasnya kepada detikINET, Selasa (14/10/2008).
Rapin menyontohkan soal nomor ponsel. "Bagi seseorang, nomor ponsel itu bisa jadi sebagai sebuah privasi dan tidak untuk diumbar ke publik. Tetapi bagi orang lain, nomor ponsel tersebut malah dijadikan signature di e-mail, ditaruh di blog dan sebagainya, karena tidak dianggap pemiliknya sebagai sebuah privasi," ujarnya menegaskan.
Nah, untuk kasus Diknas yang mengumbar data jutaan siswa di situsnya, dikatakan Rapin sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Bahkan, menurutnya, data yang ditampilkan tersebut masih termasuk umum.
"Melihat datanya memang begitu (umum-red.), bahkan tidak seragam kelengkapan datanya. Hampir semuanya bersifat umum. Alamatnya juga tidak seluruhnya detail," tukasnya. Soal kekuatiran dimanfaatkan untuk keperluan jahat, Rapin menegaskan data dan informasi apapun memang bak pisau bermata dua. "Apa saja bisa terjadi, tergantung siapa dan mengapanya," ujarnya.
Jadi, lanjut Rapin, data tersebut tak bisa secara otomatis dianggap melanggar privasi seseorang . "Misal, orang tuanya tahu gak data itu terbuka di Internet? Kalau tau, dianggap privasi bukan oleh mereka? Jadi, privasi atau bukan, bukanlah kita yang menentukan. Tergantung dari masing-masing individunya" pungkasnya.
( ash / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut pandangan Rapin Mudiardjo, praktisi hukum dan koordinator ICT Watch, sebelum memvonis bahwa hal yang dilakukan Diknas itu sudah melanggar hak privasi ada baiknya mengenal lebih dulu konsep privasi itu seperti apa.
Rapin menjelaskan, privasi dalam konteks informasi sangat bergantung pada persepsi orang tersebut 'membahasakannya' sebagai suatu privasi. "Suatu hal yang dianggap privasi bagi seseorang, belum tentu juga sebagai sebuah privasi bagi yang lain," jelasnya kepada detikINET, Selasa (14/10/2008).
Rapin menyontohkan soal nomor ponsel. "Bagi seseorang, nomor ponsel itu bisa jadi sebagai sebuah privasi dan tidak untuk diumbar ke publik. Tetapi bagi orang lain, nomor ponsel tersebut malah dijadikan signature di e-mail, ditaruh di blog dan sebagainya, karena tidak dianggap pemiliknya sebagai sebuah privasi," ujarnya menegaskan.
Nah, untuk kasus Diknas yang mengumbar data jutaan siswa di situsnya, dikatakan Rapin sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Bahkan, menurutnya, data yang ditampilkan tersebut masih termasuk umum.
"Melihat datanya memang begitu (umum-red.), bahkan tidak seragam kelengkapan datanya. Hampir semuanya bersifat umum. Alamatnya juga tidak seluruhnya detail," tukasnya. Soal kekuatiran dimanfaatkan untuk keperluan jahat, Rapin menegaskan data dan informasi apapun memang bak pisau bermata dua. "Apa saja bisa terjadi, tergantung siapa dan mengapanya," ujarnya.
Jadi, lanjut Rapin, data tersebut tak bisa secara otomatis dianggap melanggar privasi seseorang . "Misal, orang tuanya tahu gak data itu terbuka di Internet? Kalau tau, dianggap privasi bukan oleh mereka? Jadi, privasi atau bukan, bukanlah kita yang menentukan. Tergantung dari masing-masing individunya" pungkasnya.
( ash / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
214 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


