Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Tak Dilibatkan, Pers Terhenyak UU ITE Disahkan
Kamis, 03/04/2008 14:23 WIB

Wartawan (dbu/inet)
Jakarta - 25 Maret 2008, tanpa banyak polemik sebelumnya, tiba-tiba Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan DPR. Unsur-unsur pers belakangan terhenyak begitu mengetahui isinya.
"Ternyata ada yang menakutkan isinya," komentar Ketua Harian Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) M Ridlo Eisy saat dihubungi detikcom, Kamis (3/4/2008).
Pemimpin Umum 'Galamedia' itu mengaku, awalnya hanya memperhatikan sisi 'transaksi elektronik' yang diatur UU baru itu. Ridlo luput mempelajari sisi 'informasi'-nya yang belakangan diketahui sangat menakutkan.
Bukan hanya Ridlo selaku pemilik perusahaan pers yang ketakutan, tapi juga kalangan pekerja di perusahaan pers. Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Heru Hendratmoko juga mengungkapkan kegundahannya.
"UU ITE ini menunjukkan tanda-tanda menguatnya kembali peran negara dalam melakukan kontrol, pengendalian kebebasan pers," kata Heru kepada detikcom.
"Kita terkaget-kaget karena kita fokus ke UU Pemilu, tiba-tiba menyelonong UU ITE begitu saja," imbuh Heru yang bekerja di Kantor Berita Radio 68H itu.
Lontaran senada juga muncul dari Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam saat dihubungi detikcom melalui telepon. Tarman sebelumnya berpikir UU ITE itu hanya membahas transaksi elektronik, tak menyangkut pers sama sekali.
"(Pers) nggak dilibatkan karena kita tidak memikirkan informatika. Mereka (pemerintah) banyak kerja diam-diam (dalam perumusan RUU ITE)," kata Tarman.
Tarman mengaku kaget setelah membaca selintas beberapa pasal krusial yang mengancam pers. Tarman pun meminta rekan-rekan wartawan harus bekerja lebih hati-hati setelah UU ITE diundang-undangkan.
"Tapi kita menginginkan aturan itu seperti itu tidak ada. Apalah namanya, harus ada semacam pengecualian bagi pers," ujarnya.
Jika pemilik perusahaan pers dan pekerjanya tidak dilibatkan dalam perumusan UU ITE, bagaimana dengan Dewan Pers? Ternyata setali tiga uang. Dewan Pers yang merupakan semacam lembaga ombudsman bagi orang-orang yang dirugikan dengan pemberitaan pers mengaku tak dilibatkan juga saat UU ITE dirumuskan pemerintah.
"Tidak ada satu pun dari kita di Dewan Pers yang dilibatkan. Kita kecewa yang sangat besar," kata anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi.
Pro dan kontra? Sampaikan di detikINET Forum.
( aba / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Ternyata ada yang menakutkan isinya," komentar Ketua Harian Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) M Ridlo Eisy saat dihubungi detikcom, Kamis (3/4/2008).
Pemimpin Umum 'Galamedia' itu mengaku, awalnya hanya memperhatikan sisi 'transaksi elektronik' yang diatur UU baru itu. Ridlo luput mempelajari sisi 'informasi'-nya yang belakangan diketahui sangat menakutkan.
Bukan hanya Ridlo selaku pemilik perusahaan pers yang ketakutan, tapi juga kalangan pekerja di perusahaan pers. Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Heru Hendratmoko juga mengungkapkan kegundahannya.
"UU ITE ini menunjukkan tanda-tanda menguatnya kembali peran negara dalam melakukan kontrol, pengendalian kebebasan pers," kata Heru kepada detikcom.
"Kita terkaget-kaget karena kita fokus ke UU Pemilu, tiba-tiba menyelonong UU ITE begitu saja," imbuh Heru yang bekerja di Kantor Berita Radio 68H itu.
Lontaran senada juga muncul dari Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam saat dihubungi detikcom melalui telepon. Tarman sebelumnya berpikir UU ITE itu hanya membahas transaksi elektronik, tak menyangkut pers sama sekali.
"(Pers) nggak dilibatkan karena kita tidak memikirkan informatika. Mereka (pemerintah) banyak kerja diam-diam (dalam perumusan RUU ITE)," kata Tarman.
Tarman mengaku kaget setelah membaca selintas beberapa pasal krusial yang mengancam pers. Tarman pun meminta rekan-rekan wartawan harus bekerja lebih hati-hati setelah UU ITE diundang-undangkan.
"Tapi kita menginginkan aturan itu seperti itu tidak ada. Apalah namanya, harus ada semacam pengecualian bagi pers," ujarnya.
Jika pemilik perusahaan pers dan pekerjanya tidak dilibatkan dalam perumusan UU ITE, bagaimana dengan Dewan Pers? Ternyata setali tiga uang. Dewan Pers yang merupakan semacam lembaga ombudsman bagi orang-orang yang dirugikan dengan pemberitaan pers mengaku tak dilibatkan juga saat UU ITE dirumuskan pemerintah.
"Tidak ada satu pun dari kita di Dewan Pers yang dilibatkan. Kita kecewa yang sangat besar," kata anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi.
Pro dan kontra? Sampaikan di detikINET Forum.
( aba / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
211 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

