detikinet

Dirjen Postel: Ada 'Tong Kosong' Kompetisi Seluler

Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 28/11/2007 08:20 WIB

Basuki Yusuf Iskandar (rou/inet)

Jakarta - Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar menutup kemungkinan masuknya pemain baru di industri selular Indonesia. Alasannya, jumlah operator yang ada saat ini sudah cukup membuat kompetisi di industri seluler ideal.

"Kompetisi seluler saat ini saja sudah mulai terasa emosinya dan ada 'tong kosong', jadi kita tidak berpikir untuk menambah operator seluler lagi," ujar Basuki Yusuf Iskandar, di sela-sela Konferensi Pers Rakornas Depkominfo, Jakarta, Selasa petang (27/11/2007).

Basuki mengatakan kompetisi seluler di pasar Indonesia berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan. Sehingga untuk ke depannya bukannya pemain baru yang akan didorong, tetapi marketing dan konsolidasi seperti merger perusahaan untuk memperkuat operator yang sudah ada guna meningkatkan kualitas layanannya.

Basuki juga mengatakan kompetisi selular di Indonesia saat ini sudah cukup ideal karena kompetisi yang ada cenderung tajam. Selain itu keterbatasan frekuensi juga menjadi alasan pemerintah untuk tidak membuka pintu bagi pemain baru di industri seluler.

Basuki pun mengakui bahwa ada beberapa perusahaan yang sebenarnya sudah mengajukan izin untuk lisensi seluler, namun pihaknya menjelaskan kepada pemain tersebut bahwa pemain seluler sudah banyak dan frekuensinya terbatas.

Berapa banyak perusahaan baru yang mengajukan lisensi? Basuki enggan merincinya. Ia hanya mengatakan kebanyakan yang ingin mengajukan lisensi adalah perusahaan asing.
( dwn / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%