OpenOffice Ikuti Jejak Firefox
- detikInet
California -
OpenOffice akan mengikuti jejak Firefox dengan membuka diri terhadap plug in alias extension yang dikembangkan pihak ketiga. Saat ini salah satu keunggulan browser Open Source Firefox adalah kemampuannya menerima extension dari pihak ketiga. Hal ini memberikan banyak pilihan bagi penggunanya untuk menambahkan fungsi-fungsi di luar fungsi dasar Firefox. OpenOffice pun berharap bisa melakukan hal yang sama pada aplikasi perkantorannya. "Dengan ini akan menjadi lebih mudah bagi orang yang ingin menambahkan pengembangan. Mereka cukup membuat script untuk 'menyangkutkannya' pada OpenOffice," ujar Luis Suarez-Potts, pimpinan proyek OpenOffice.org, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Minggu (24/09/2006). Analis dari RedMonk, Stephen O'Grady, mengatakan fungsi extension bisa membantu aplikasi OpenOffice menembus pasar. "Memang tidak akan sebesar Firefox, karena berganti browser jauh lebih mudah daripada berganti aplikasi kantoran. Namun ini bisa membuat OpenOffice sebagai sebuah platform yang lebih menarik," ujarnya. Saat ini dukungan OpenOffice terhadap extension masih terbatas. Nantinya, dalam versi 2.0.4, dukungan extension OpenOffice dilakukan melalui format OXT yang memungkinkan 'tersangkutnya' aplikasi pihak ketiga yang ditulis dalam berbagai bahasa pengembangan. OpenOffice menggunakan lisensi LGPL (Lesser General Public License), dengan demikian extension yang tidak bersifat Open Source pun bisa ditambahkan pada aplikasi tersebut. (wsh)
(wicak/wicak)