3 Tips Menghindari Pencurian Data, Mesti Tahu!

3 Tips Menghindari Pencurian Data, Mesti Tahu!

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 06 Mei 2020 10:17 WIB
Tokopedia dibobol yang mengakibatkan data pengguna bocor. Bagaiamana bisa terjadi?
3 Tips Menghindari Pencurian Data (Foto: Luthfy S/detikcom)
Jakarta -

Tersebarnya data pengguna Tokopedia, dan sebelum itu BukaLapak, mengingatkan pentingnya keamanan di dunia maya. Ini 3 tips penting menjaga akun kita tetap aman.

Pakar keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengingatkan pengguna internet dari kejadian tersebarnya data akun pengguna Tokopedia. Ini bukan kejadian pertama, tahun lalu BukaLapak juga mengalaminya.

Untuk itu, netizen yang aktif melakukan jual beli online, e-banking, dan kegiatan lain yang melibatkan data privasi, harus proaktif melindungi dirinya sendiri. Apalagi, satu orang bisa memiliki banyak akun di setiap aplikasi.


Dihimpun detikINET, inilah 3 tips dari Alfons:


1. Aktifkan Two Factor Authentication (TFA)

"Yang paling penting adalah wajib aktifkan two factor authentication (TFA)," kata Alfons.

Kalau terjadi pembobolan, akun kita tidak bisa diakses karena masih terlindungi dengan TFA. OTP atau one time password juga menjadi data yang vital untuk menjaga akun dan transaksi tetap aman.

Data semacam ini jangan pernah dikasih ke orang lain dalam kondisi apapun. Ingat!

2. Jangan pakai password yang sama

Hal kedua yang penting menurut Alfons, jangan pakai password yang sama di semua layanan. Nah ini tantangannya, karena makin banyak kita bikin akun, makin malas kita bikin password baru.

"Kalau satu jebol, jebol semua. Mesti bikin password yang beda-beda dan unik," ujarnya.

Terkait kejadian data pengguna Tokopedia yang tersebar di dark web, Alfons menyarankan segera ganti password. Hal itu termasuk pada aplikasi lain yang memakasi password sama, mesti diganti juga.


3. Pakai aplikasi password manager

Jika pusing dengan banyak password, Alfons menyarankan untuk memakai aplikasi password manager. Ada banyak pilihan aplikasi dan banyak yang gratis.

"Dia akan kumpulkan dan encrypt jadi kita nggak perlu pusing," kata Alfons.

Alfons mengatakan security adalah proses pembelajaran untuk semua orang, baik untuk developer, perusahaan teknologi maupun pengguna. Penyebaran data pengguna kerap terjadi di dunia.

"Makanya semua upaya untuk meningkatkan security harus kita dukung buat Indonesia. Kan dengan belajar kita malah jadi pintar," pungkasnya.



Simak Video "Tokopedia Jawab Soal Kebocoran 15 Juta Data Pengguna"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)