Kamis, 05 Nov 2015 16:24 WIB

Tips Trik

8 Jurus Agar Aplikasi Laris Di-download

Rachmatunnisa - detikInet
Anton Soeharyo (rns/detikINET) Anton Soeharyo (rns/detikINET)
Jakarta - Aplikasi menjadi populer dan laris di-download tidak datang tiba-tiba. Developer yang membuatnya harus pintar mengatur strategi.

"Kalau untuk website kita mengenal istilah Search Engine Optimization (SEO) agar situs kita mudah ditemukan, untuk aplikasi ada App Store Optimization (ASO). Ini perlu diperhatikan developer agar aplikasinya tingkat discoverability-nya tinggi sehingga mudah ditemukan user," kata CEO Touchsten Anton Soeharyo saat berbicara di Mobile Scale Up Conference, Kamis (5/11/201) di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta.

Hal penting pertama yang harus diperhatikan developer menurutnya adalah pemilihan judul atau nama aplikasi. Anton menyarankan agar developer tidak memakai nama yang sulit dicari orang dan harus bersifat universal.

"Misalnya ada developer mau buat game bertema hantu, namanya pocong. Lalu saya tanya targetnya mau ke mana. Dia bilang worldwide. Nah, orang luar kan gak tahu pocong apa," ujarnya memberi contoh.

Tak kalah penting lagi menurutnya adalah menampilkan ikon dan screenshot. Grafis harus mendukung, karena bisa menarik perhatian orang yang ujung-ujungnya menambah jumlah pengunduh.

Secara garis besar, ada 8 jurus jitu agar aplikasi laris di-download. Anton merangkumnya dalam 'kitab suci' yang kerap dia ceritakan jika berbicara di sesi berbagi dengan komunitas developer. Berikut adalah tips-tipsnya.

1. User Adalah Raja

Jangan egois membuat game seperti keinginan kita, tapi orang lain belum tentu suka. Developer harus membuat user senang karena mereka adalah raja.

"Perhatikan juga agar aplikasi kita tidak kebanyakan advertising (iklan-red.) yang mengganggu. Ini bikin sebal pengguna dan akan affect our ranking," kata Anton.

2. Jangan Melupakan Non-English Speaker

Ada banyak negara lain yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Di pasar yang jumlah penggunanya besar seperti China misalnya, sangat penting untuk membuat aplikasi sesuai dengan bahasa lokal.

"Bahasa Inggris cuma 27% dari pangsa pasar kalian. Jadi jangan ignore sisanya non English market yang besar banget itu. Jangan cuma translate asal, tapi lakukan localization," saran Anton.

3. To Email or Not to Email (I Wanna be Featured)

Jangan ragu untuk mengirim email ke pihak berwenang aplikasi agar ditampilkan di toko aplikasi. Menurut Anton, tidak ada salahnya mencoba menghubungi untuk membuka kesempatan.

Berdasarkan pengalaman Touchten dengan dua gamenya, Train Legend dan Infinite Sky yang pernah menjadi feature di Google Play, pihak Google menurutnya sangat terbuka.

"Pihak toko aplikasi seperti itu pada dasarnya baik dan terbuka kok. Ketika saya email, mereka menyediakan sebuah form untuk bisa diisi, kemudian developer diminta mengirim email lagi. Kalau dari awal gak pernah coba, gak berani kirim email, kita kehilangan kesempatan untuk bisa di-feature," kisah Anton.

4. Minta Rating Bintang 5

Lagi-lagi Anton mengajarkan agar developer jangan ragu mencoba, kali ini untuk mendapatkan rating bintang lima. Jika developer tidak memintanya, bisa saja tidak ada sama sekali user yang me-review.

"Kalau bisa, kasih item gratis sebagai terima kasih kepada user yang ngasih bintang. Ada opsi juga mereka untuk gak kasih bintang. Jadi jangan maksa. Dengan adanya five star ini bakal increase rating dan discoverability. Dan discoverability memang sesuatu yang mahal di industri ini," sebutnya.

5. Free Marketing Memanfaatkan Media Sosial

Anton menyarankan agar developer aktif di media sosial dan memanfaatkannya untuk memperkenalkan aplikasi yang dibuat.

"Mulai cari-cari hashtag yang sesuai dengan apps yang dibuat. Di Instagram misalnya. Lalu follow mereka. Jangan lupa kasih link di bio dan profile picture-nya aplikasi kalian," ujarnya.

Tak lupa, ketika mereka balik mem-follow, kirimkan private message mengucapkan terima kasih dan beritahu bahwa kalian membuat aplikasi yang sesuai minat orang tersebut.

"Kalau apps-nya tentang traveling, sasar yang suka traveling. Misalkan buat aplikasi dating, cari hashtag yang nyambung sama jomblo. Jadi mereka tahu, oh ada ya aplikasi kaya ini. Ini satu cara free marketing yang berhasil," terang Anton.

6. Mencoba Berbagai Toko Aplikasi

Di dunia ini tidak hanya ada App Store dan Google Play. Ada banyak toko aplikasi lain yang bisa dicoba. Jadi tak hanya mencoba di satu toko aplikasi, tapi developer juga harus pintar cari peluang di beberapa toko aplikasi untuk mempublikasikan dan menjual karya mereka.

7. Berteman dengan Media

Jangan ragu memperluas jaringan dengan media saat bertemu di sebuah acara dan berteman baik.

"Gak sekadar kenal, motivasinya gak cuma supaya aplikasi ditulis mereka, tapi benar-benar menjalin pertemanan. Dengan begitu teman media juga mengenal saya sebagai developer dari Touchsten. Kalau punya produk bagus, lebih terbuka kesempatan untuk diketahui dan di-publish media. Ini the power of media," jelasnya.

8. Abaikan The Naysayer

Dalam setiap usaha selalu ada saja orang yang tidak senang atau iri. Tidak perlu digubris, yakin saja terhadap apa yang sedang dikerjakan.

"Thomas Alva Edison saja gagal 999 kali. Kalau dia berhenti di kegagalan itu, kita gak akan punya lampu seperti sekarang. Di percobaan ke 1.000 dia baru berhasil," tutup Anton.

(rns/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed