Ramadan menjadi salah satu momentum bagi brand untuk menjangkau konsumen. Namun, strategi kampanye perlu disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat sepanjang bulan puasa, mulai dari mencari inspirasi di awal Ramadan, berbelanja menjelang Idulfitri, hingga melakukan perjalanan mudik.
Melalui whitepaper Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan, Telkomsel Enterprise memetakan tiga ritme perilaku konsumen selama Ramadan. Berdasarkan telco insight Telkomsel, kebutuhan masyarakat berubah sepanjang 30 hari Ramadan, mulai dari mencari inspirasi pada awal bulan puasa hingga mempersiapkan Idulfitri dan mudik.
Perubahan kebutuhan tersebut menjadi perhatian bagi brand dalam menyusun strategi kampanye selama Ramadan. VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda mengatakan pemahaman terhadap perubahan perilaku konsumen dapat membantu brand menentukan pesan dan waktu kampanye yang lebih tepat sasaran.
"Brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumennya. Kebutuhan konsumen pada awal Ramadan sangat berbeda dengan kebutuhan mereka menjelang Idulfitri. Melalui solusi DigiAds dari Telkomsel Enterprise, kami membantu agency, advertiser, dan brand membaca perubahan tersebut agar kampanye dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik," ujar Mia dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Pada 10 hari pertama, konsumen berada dalam Momen Beradaptasi dan Mencari Inspirasi. Pada fase ini, konsumen aktif menggunakan layanan digital di tengah penyesuaian rutinitas sahur, berbuka, dan beribadah.
Trafik seluler saat sahur meningkat 77%, trafik layanan video dan streaming tumbuh 38%, sedangkan konsumsi konten religi naik 63% dibandingkan hari biasa. Pola ini membuka peluang bagi brand untuk hadir melalui konten dan pesan yang relevan, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan konsumen dan menjadi bagian dari rutinitas baru mereka selama Ramadan.
Memasuki 10 hari kedua, konsumen berada dalam Momen Bersosialisasi dan Berbelanja. Perhatian beralih ke kegiatan buka puasa bersama serta persiapan kebutuhan keluarga dan Idulfitri.
Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58%, aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32%, sedangkan kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 19%. Sebanyak 88% konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan juga masih memilih datang langsung ke toko fisik.
Data tersebut menegaskan pentingnya kampanye yang menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke gerai fisik. Dengan demikian, brand dapat menjangkau konsumen ketika mereka mencari dan membeli kebutuhan Ramadan.
Pada 10 hari terakhir, konsumen memasuki Momen Mudik dan Berkumpul. Kebutuhan mereka bergeser ke persiapan perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga.
Akses terhadap aplikasi perjalanan meningkat 32%, sementara 73% pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan. Bagi brand, fase ini menghadirkan peluang untuk menjangkau konsumen melalui informasi dan penawaran yang relevan di sepanjang perjalanan.
Ketiga fase tersebut menunjukkan pentingnya menyesuaikan strategi kampanye dengan kebutuhan konsumen. Agency, advertiser, dan brand dapat menentukan pesan, kanal, serta waktu tayang yang sesuai untuk setiap fase, bukan sekadar menambah jumlah iklan. Dengan begitu, kampanye diharapkan lebih tepat sasaran dan efisien.
Untuk mendukung strategi tersebut, Telkomsel DigiAds menghadirkan rangkaian solusi iklan Ramadan 2027. Solusinya mencakup pesan kontekstual ketika konsumen mencari inspirasi, komunikasi berbasis lokasi yang menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke toko, integrasi brand dalam tayangan spesial Ramadan di MAXStream, hingga kehadiran di titik perjalanan mudik.
Salah satu penerapannya adalah solusi Contextual Messaging yang, pada momen relevan, tercatat mampu meningkatkan rasio klik hingga 2,6 kali lipat.
Temuan tersebut dipaparkan dalam forum Ramadan Insight 2027: The Rhythms of Ramadan yang digelar pada 16 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan agency, advertiser, brand, dan praktisi industri, dengan menghadirkan pembicara expert dari Telkomsel, Meta, Nestlé, dan WPP.
"Dengan insight yang kuat dan eksekusi yang tepat, brand dapat hadir bukan sebagai distraksi, tetapi sebagai bagian yang relevan dari perjalanan konsumen. Inilah wujud Telkomsel Melayani Sepenuh Hati, dengan membantu bisnis tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Mia.
Seluruh insight disusun dari data yang telah diolah secara agregat dan dianonimkan, tanpa mengidentifikasi pelanggan secara personal, sesuai prinsip perlindungan data pribadi yang diterapkan Telkomsel.
Pelaku usaha, pemilik merek, dan agensi dapat mempelajari temuan serta rekomendasi selengkapnya dengan mengunduh DigiAds Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan melalui tsel.id/ramadanwhitepaper2027-news.
Simak Video "Video Top 5: Sertifikasi Halal Mundur-Sorotan Komnas PA untuk Ruben-Sarwendah"
(ega/ega)