PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan (year on year/YoY), diikuti peningkatan EBITDA sebesar 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dan laba bersih normalisasi yang tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun.
Selain itu, laba bersih Telkom tercatat sebesar Rp10,6 triliun atau meningkat 1,4% YoY, sementara arus kas operasional mencapai Rp34,9 triliun atau tumbuh 7% YoY. Kinerja tersebut didukung implementasi program efisiensi berkelanjutan dan disiplin dalam pengelolaan biaya.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30.
"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/7/2026).
Pada segmen B2C, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan pendapatan Digital Business Data sebesar 11% pada semester pertama 2026.
Average Revenue Per User (ARPU) mobile juga meningkat menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9% YoY, seiring meningkatnya konsumsi layanan data masyarakat.
Di layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000, sementara rasio konvergensi naik menjadi 65% sebagai bagian dari strategi membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19% YoY menjadi Rp33,1 triliun.
Kinerja tersebut ditopang peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service. Bisnis data center melalui NeutraDC juga terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat.
Perseroan juga melanjutkan transformasi melalui strategi TLKM 30. Pada semester pertama 2026, Telkom menyelesaikan proses streamlining terhadap 10 entitas, memperkuat implementasi Strategic Hold-Co, serta merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun yang lebih dari 96% dialokasikan pada pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.
Ia menegaskan Telkom akan terus memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," pungkasnya.
Simak Video "Video: KAI Catat Laba Bersih Rp 2,3 Triliun Sepanjang 2025"
(ega/ega)