Senin, 12 Nov 2007 13:30 WIB

Punya Kabel Laut, XL Masih Harapkan SLI

- detikInet
Jakarta - PT Excelcomindo Pratama (XL) mengaku masih berharap bisa mendapatkan lisensi Sambungan Langsung Internasional. Apalagi kini pihaknya sudah memiliki kabel laut ke Malaysia. Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, mengatakan hal tersebut seusai meresmikan pengoperasisan jaringan serat optik bawah laut Batam Sungai Rengit Cable System (BRCS). "Ada masa untuk ditinjau kembali, kita tunggu saja," kata Hasnul Suhaimi, di sela-sela peresmian pengoperasian BRCS di Hotel Four Season, Jakarta, Senin (12/11/2007). Berhubung tidak mendapatkan SLI, backbone itu akan digunakan XL untuk komunikasi data dan suara berbasis Internet Protocol. "Ya, 60-70 persen untuk data," ujar Hasnul. Dengan demikian, XL pun memfungsikan unit Business Solution sebagai Network Access Provider (NAP), alias penyedia koneksi internet bagi Internet Service Provider (ISP) di Indonesia. Nizar Mansyur, Senior VP Business Solution, mengatakan beroperasinya infrastruktur bawah laut itu bisa menghemat tarif internet hingga 50 persen. "Biasanya, baik NAP atau ISP harus membayar US$ 2000 per 1 Mbps. Kalau di kita (XL-red) separuhnya lah," ujar Nizar berpromosi. Nizar mengatakan kapasitas yang mampu dihantarkan XL, dengan adanya BRCS, adalah sebesar 10 Gbps. Ia menambahkan, kapasitas itu pun masih bisa diperbesar. Jaringan BRCS terbentang dari Batam hingga Sungai Rengit, Johor, Malaysia. Pembangunan yang berlangsung Januari hingga Oktober 2007 ini memakan investasi US$ 10 juta. BRCS menjadi sambungan ke luar negeri melengkapi jaringan backbone XL di dalam negeri. Di dalam negeri, jaringan serat optik XL mencakup wilayah Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

(wsh/wsh)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed