×
Ad

Apresiasi Konektivitas Digital

Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan: Tayando Ohoiel

Tim - detikInet
Jumat, 17 Apr 2026 22:01 WIB
Foto: detikINET/Adi Fida Rachman
Jakarta -

Apresiasi Konektivitas Digital 2026 oleh Bakti Komdigi dan Detikcom, diselenggarakan untuk memberikan panggung bagi individu, komunitas, hingga institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerahnya masing-masing.

Dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jumat (17/4/2026), Puskesmas Tayando Ohoiel di Kecamatan Tayando Tam di Kota Tual, Provinsi Maluku dinobatkan sebagai pemenang Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan.

Hambatan dan Tantangan

Puskesmas Tayando Ohoiel merupakan salah satu puskesmas di kepulauan Kota Tual yang masih termasuk wilayah 3T. Daerah ini mengalami krisis internet sebelum mendapatkan bantuan internet dari Diskominfo BAKTI AKSI pada Oktober 2024. Mulai dari kurangnya sarana dan prasarana hingga listrik.

Sebelum adanya digitalisasi di puskesmas, warga masih belum mendapatkan informasi serta edukasi kesehatan yang tepat sehingga banyak warga yang masih mengkonsumsi obat tradisional. Digitalisasi layanan di Puskesmas Ohoiel masih menemui beberapa hambatan. Mulai dari hambatan geografis, dimana Puskesmas Ohoiel masih berada di wilayah 3T dan terdiri dari kepulauan-kepulauan kecil.

Secara infrastruktur, sarana dan prasarana juga masih belum mumpuni. Puskesmas hanya memiliki 5 komputer tetapi hanya 3 komputer yang masih berjalan dengan lancar. Komputer ini digunakan untuk administrasi hingga untuk dokumentasi di poliklinik.

Ada beberapa pegawai yang harus menggunakan laptop pribadi untuk menjalankan tugasnya. Untuk upaya digitalisasi sendiri belum ada anggaran resmi karena inisiatif ini merupakan inisiatif mandiri dari Puskesmas Ohoiel.

Puskesmas juga mengalami hambatan dalam sumber daya manusia karena masih kekurangan petugas khusus untuk melakukan pencatatan rekam medis. Petugas Puskesmas yang ada berinisiatif untuk belajar secara mandiri dari internet dan belajar dari petugas di RS Kota Tual untuk belajar tentang rekam medis.

Inovasi Pelayanan Kesehatan

Setelah masuknya listrik di daerah Tayando Ohoiel, Puskesmas melakukan inisiatif sendiri untuk meningkatkan digitalisasi pada pelayanan kesehatan. Inovasi digital ini mulai dari membuat akun media sosial berupa Facebook dan Instagram serta telekonsul menggunakan aplikasi WhatsApp. Puskesmas Ohoiel lebih aktif dalam memposting informasi dan edukasi di Facebook (Puskesmas Tayando Ohoiel) dan telah memiliki 2.800 pengikut.

Hal ini dikarenakan masih banyak warga yang aktif dan menggunakan Facebook. Penerapan digitalisasi Puskesmas juga dilakukan dengan telekonsultasi menggunakan WhatsApp. Pasien dapat mengakses layanan konsultasi untuk layanan poliklinik serta gawat darurat.

Pesan telekonsultasi itu juga sudah termasuk layanan telemedicine sehingga pasien atau keluarga pasien dapat mengambil obat di apotek Puskesmas. Dalam keadaan darurat, obat-obatan yang sudah diresepkan juga dapat diantarkan langsung ke pasien sehingga dapat memudahkan pasien untuk mendapatkan obat.

Dampak Digitalisasi Puskesmas

Kualitas pelayanan Puskesmas Ohoiel pun meningkat karena telekonsultasi yang responsif dan cepat sehingga pasien dapat ditangani dengan tepat. Puskesmas Ohoiel juga terbantu dengan adanya digitalisasi dalam pencatatan rekam medis melalui aplikasi Sikda Generik yang terhubung dengan Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan. Sebelum adanya aplikasi Sikda Generik, Puskesmas masih melakukan pencatatan dengan manual, sehingga memakan waktu lama dan tidak efisien.

Melalui aplikasi ini, pencatatan rekam medis dapat dilakukan secara online sehingga lebih cepat dan tercatat dengan rapi. Berkat adanya digitalisasi layanan Puskesmas, jumlah pasien yang berobat semakin meningkat. Awalnya Puskesmas hanya melayani hingga 10 pasien. Tidak jarang Puskesmas sepi karena tidak memiliki pasien. Saat ini, pasien meningkat dua kali lipat. Bahkan Puskesmas pernah melayani hingga 100 orang pasien.

Peningkatan jumlah pasien juga sejalan dengan jejak digital Puskesmas dalam memberikan informasi dan edukasi melalui Facebook. Beberapa inisiatif yang dilakukan oleh Puskesmas melalui Facebook misalnya, pemberian edukasi tentang penyakit terbanyak di daerah. Setelah memberikan edukasi tersebut melalui Facebook, Puskesmas mengadakan penyuluhan atau edukasi kesehatan secara langsung.

Puskesmas juga menyediakan edukasi ibu hamil seputar kehamilan dan persalinan di Puskesmas. Banyak ibu hamil yang pada awalnya masih bersalin di dukun beranak dan saat ini mulai beralih untuk bersalin di Puskesmas.

Digitalisasi layanan di Puskesmas Ohoiel juga membantu mengurangi biaya operasional Puskesmas serta biaya yang dikeluarkan oleh pasien. Secara geografis, daerah Toyendo terbagi ke dalam beberapa pulau sehingga untuk berobat harus menggunakan kapal ferry dan speedboat yang tidak murah.

Puskesmas dapat melakukan edukasi melalui media sosial dan warga pun masih dapat menerima manfaatnya. Untuk berobat pun warga bisa menghemat biaya dengan adanya telekonsul dan telemedicine.



Simak Video "Video Pemenang Apresiasi Konektivitas Digital Kategori Mitra Sinyal 3T-Pengguna Satria 1"

(fyk/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork