Biar Irit, Mobile-8 Pilih Sewa BTS

Biar Irit, Mobile-8 Pilih Sewa BTS

- detikInet
Rabu, 09 Mei 2007 11:02 WIB
Jakarta - PT Mobile-8 Telecom tidak ingin banyak-banyak mengeluarkan duit dalam ekspansi usahanya. Supaya bisa lebih irit, operator ini lebih memilih sewa ketimbang bangun menara telekomunikasi (Base Transceiver Station/BTS) baru."Kami tidak melihat banyaknya tower BTS sebagai keuntungan dari suatu operator seluler," kata Presiden Direktur Mobile-8 Hidajat Tjandra Jaja, di gedung Bimantara, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2007). Menurut Hidajat, menyewa BTS secara jangka panjang lebih menghemat biaya dibanding membangun sendiri. Ia mengatakan, biaya untuk membangun satu tower BTS dapat mencapai US$ 100 ribu.Sementara jika menyewa hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp 15 juta per bulan. Selain itu dengan menyewa juga akan menghemat biaya perizinan dan potensi diskon jika ada operator lain yang turut menyewa BTS tersebut."Tapi memang dalam jangka waktu 10-11 tahun harga sewa lebih mahal sedikit dibanding membangun kalau tidak ada operator lain yang ikut menyewa di BTS yang sama," jelas Hidajat.Pada 2007 ini Mobile-8 menganggarkan belanja modal sebesar US$ 125 juta. Dan untuk tahun 2008 dan 2009 akan dianggarkan masing-masing sebesar US$ 75 juta.Diuraikan Hidajat, belanja modal yang disiapkan Mobile-8 lebih rendah dibanding operator lain. Karena Mobile-8 diuntungkan dengan penggunaan frekuensi rendah 800 MHz yang cakupan BTS-nya lebih luas dibanding frekuensi yang lebih tinggi. "Selain itu teknologi berbasis CDMA juga lebih murah sehingga biaya ekspansi lebih rendah dibanding operator lain."Hidajat menargetkan pendapatan tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 1,5 triliun - Rp 1,8 triliun. "Ke depannya strategi kita adalah penghematan belanja modal, tahun ini, perseroan menargetkan pelanggan sebanyak 4 juta orang, 2008 sebanyak 7 juta dan tahun 2010 sebanyak 12 juta," papar Hidajat.

(rou/wsh)