Merger Indosat dan Tri, Layanan 5G Bakal Tancap Gas?

Merger Indosat dan Tri, Layanan 5G Bakal Tancap Gas?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 27 Okt 2021 06:15 WIB
Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha
Merger Indosat dan Tri, Gelar 5G Kian Tancap Gas?. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Indosat Ooredoo menjadi salah satu operator seluler yang sudah diberikan izin untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia. Namun di sisi lain, perusahaan juga tengah merampungkan proses merger dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Director & Chief Strategy Officer Indosat Ooredoo, Arief Musta'in mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan rencana penggelaran 5G sejak jauh-jauh hari. Ia menyakini hal itu pula dilakukan operator seluler lainnya.

"Jadi, sebuah keniscayaan operator itu menuju 5G, bahkan kalau ketinggalan akan sangat berpengaruh dari posisi di pasar, karena ini sudah mainstream roadmap harus dijalani oleh siapapun," ujar Arief dalam diskusi online Selular, Selasa (26/10/2021).

Lebih lanjut, Arief mengatakan bisnis yang dijalankan operator seluler itu soal skala. Adanya aksi korporasi yang dilakukan perusahaan untuk memperbesar skala tersebut.

"Karena kalau tidak punya skala, itu akan menurunkan daya saing, itu pun menentukan juga menentukan ke depan. Sehingga, langkah-langkah yang selama ini dilakukan bagian dari mana selaku operator bangun skala lebih dari dimiliki saat," tuturnya.

"Itulah mungkin rencana-rencana besar yang kita lagi siapkan. Sudah barang tentu, dengan adanya merger ini, berarti ada faktor kapabilitas yang bisa kita integrasikan menjadi kekuatan baru yang lebih besar di pasar," sambungnya.

Seperti diketahui, induk perusahaan kedua perusahaan, yaitu Ooredoo dan CK Hutchison sepakat untuk menggabungkan anak perusahaan mereka di Indonesia, merger Indosat dan Tri menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

Namun nama tersebut belum dipakai sampai proses merger Indosat dan Tri yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021. Adapun, transaksi 'perkawinan' ini mencapai USD 6 miliar atau setara Rp 85 triliun.

Baik itu Indosat maupun Tri mengucapkan pernyataan sama, paket layanan pelanggan saat ini tidak mengalami perubahan. Artinya, baik itu pelanggan Indosat maupun Tri masih mengikuti aturan masing-masing operator seluler sebelum nantinya resmi bergabung menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

Adapun saat ini, tim Kominfo tengah mengevaluasi merger Indosat dan Tri. Meski evaluasi tersebut belum rampung, Menkominfo Johnny G Plate merestui aksi korporasi kedua operator seluler itu.



Simak Video "Tok! Kominfo Setujui Merger Indosat dan Tri Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)