Cara Pantau Proyek 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Pakai Aplikasi Tomps.id

Cara Pantau Proyek 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Pakai Aplikasi Tomps.id

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 03 Okt 2021 11:05 WIB
Wisatawan menari Tor Tor di depan patung Sigale-gale di Desa Wisata Tomok, Simanindo, Samosir, Sumatera Utara.
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggandeng Telkom untuk melahirkan aplikasi digital bernama Tomps.id.

Aplikasi tersebut untuk integrasi percepatan dan pengawasan proyek lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Kelima kawasan pariwisata yang masuk proyek ini yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo Flores, Mandalika serta Likupang.

Adapun, Tomps.id, aplikasi digital karya anak bangsa dalam sistem monitoring proyek berbasis Geographic Information System (GIS).

CEO Tomps Arif Fajaruddin menjelaskan, aplikasi tersebut memuat informasi pembangunan, seperti total serapan anggaran, kategori proyek, realisasi fisik, kendala, hingga status proyek terkini di lapangan yang disertai bukti secara real-time.

"Nantinya aplikasi Tomps ini digunakan seluruh anggota Dewan Pengarah Badan Otoritas Pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus. Tujuan utamanya untuk mendukung kemudahan monitoring kemajuan pekerjaan infrastruktur dalam proyek ini dalam sistem GIS yang terintegrasi," ujarnya Arif dalam keterangan tertulisnya.

Monitoring melalui aplikasi Tomps ini berkat adanya pengembangan pada sistem, seperti Project Delivery Monitoring, Controlling, dan Project Geographical Area. Ke depannya, Tomps mendukung sistem monitoring agar diimplementasikan di seluruh kementerian dan instansi pemerintahan lainnya guna membawa banyak manfaat dalam pengelolaan berbagai proyek negara.

Tomps sendiri adalah project management tools berbasis mobile dan web yang mengedepankan kemudahan dalam mengelola proyek. Caranya, melalui supervisi online yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja secara real-time dan transparan.

Berdiri pada 2017 lalu, kini Tomps dipercaya oleh berbagai pengembang untuk mengelola dan menyukseskan proyek mereka, di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia, PT Metra-Net, PT Technology Karya Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Pekalongan Suka Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Hikmah Alam Sentosa, dan lainnya.

Rendi Muharmoko, Team leader Maintenance Corective Telkom Akses Tarakan mengatakan, pihaknya dulu memantau proyek secara manual. Harus buka GDocs dan Excel serta ditulis satu-satu, misalkan hari ini kerjanya sampai mana dicatat manual di Microsoft Excel.

"Karena menggunakan Tomps, waktunya lebih cepet, nggak lagi kita satu-satu. Tinggal download, monitoring, upload mana saja yang sudah dikerjakan dan terbaca semua di dashboard itu. Jadi cepatlah waktunya," katanya.

Aplikasi Tomps.id ini juga dinilai menghemat waktu dalam pembaruan proyek, mudah digunakan, fleksibel, tidak bertele-tele, mempermudah komunikasi, hingga dapat mengumpulkan file sesuai proyek masing-masing sehingga meningkatkan produktivitas.

Sebagai sebuah startup, inovasi adalah harga mati bagi Tomps, yang selalu melakukan validasi untuk mendapatkan prototipe terbaik sesuai kebutuhan. Selalu mengembangkan sisi fungsionalitas dan visualisasi yang agile, Tomps berupaya mewujudkan misi utamanya, yakni "Kami menginginkan manajemen proyek dapat dilakukan semua orang."



Simak Video "Rekam Jejak Abdee 'Slank': Musisi hingga Komisaris Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)