Akhir 2021, Pengguna 5G Diprediksi Tembus 580 Juta

Akhir 2021, Pengguna 5G Diprediksi Tembus 580 Juta

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 25 Jun 2021 07:40 WIB
BEIJING, CHINA - April 16: Orang-orang berdiri di depan toko Apple yang mengiklankan ponsel berkemampuan 5G pada 16 April 2021 di sebuah distrik perbelanjaan di Beijing, Cina. China mengumumkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama 2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu ketika ekonomi terbesar kedua di dunia itu terhenti karena pandemi COVID-19. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

Jumlah pelanggan seluler 5G diprediksikan akan melebihi 580 juta pada akhir 2021. Lonjakan tersebut didorong karena akan ada satu juta pelanggan baru setiap harinya.

Begitu isi laporan terbaru Ericsson Mobility Report edisi ke-20. Ericsson menyebutkan bahwa 5G berpotensi menjadi generasi seluler yang paling banyak diadopsi dalam waktu singkat.

Bila melihat lebih jauh lagi, pada akhir 2026 mendatang diperkirakan jumlah pelanggan 5G bisa tembus 3,5 miliar dan cakupan populasi jaringan generasi kelima itu akan mencapai 60%.

"Pandemi telah menyebabkan lonjakan permintaan untuk koneksi lebih cepat, karena kini kita sangat bergantung pada internet dalam memenuhi kebutuhan pribadi dan bisnis dari jarak jauh," ujar Country Head Ericsson Indonesia Jerry Soper.

Namun, kecepatan adopsi sangat bervariasi berdasarkan wilayah. Misalnya, Eropa memulai lebih lambat dan terus tertinggal jauh di belakang pasar China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) dalam hal kecepatan penerapan 5G.

Jumlah pelanggan 5G diharapkan akan melampaui 1 miliar dua tahun lebih cepat dibandingkan 4G LTE untuk pencapaian yang sama. Faktor utama di balik hal ini adalah komitmen awal Cina terkait 5G dan kenyataan bahwa peralatan 5G komersial tersedia lebih awal dan semakin terjangkau. Lebih dari 300 model smartphone 5G telah diumumkan atau diluncurkan secara komersial.


Momentum 5G komersial ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang, didorong oleh peningkatan peran konektivitas sebagai komponen utama pemulihan ekonomi pasca-COVID-19.

Wilayah Asia Timur Laut diperkirakan akan memiliki jumlah langganan 5G terbesar pada 2026, dengan sekitar 1,4 miliar langganan 5G.

Sementara itu, tingkat penetrasi langganan 5G di Amerika Utara dan GCC diperkirakan akan mencapai angka tertinggi, dengan pelanggan seluler 5G masing-masing menyumbang 84% dan 73% dari total angka langganan wilayah.



Simak Video "Jaringan 5G di Denpasar Capai 613 Mbps"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)