Layanan Telekomunikasi di Majene Membaik Pasca Gempa M 6,2

Layanan Telekomunikasi di Majene Membaik Pasca Gempa M 6,2

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 16 Jan 2021 16:42 WIB
Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi,  di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Tado/wpa/hp.
Kerusakan akibat gempa di Majene (Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO)
Jakarta -

Gempa M 6,2 di Majene ikut merusak infastruktur telekomunikasi. Layanan ini berangsur-angsur pulih.

Menurut Menkominfo Johnny G Plate ada 122 BTS terdampak gempa pada Jumat (15/1) pukul 02.28 WITA dini hari. Kini, semua tengah diupayakan bisa pulih dan memberikan layanan kepada masyarakat.

"Operator telekomunikasi yang berada di sana seperti Telkomsel dan Hutchison 3 sudah mulai berfungsi kembali," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Sabtu (16/1/2021).

Kominfo menurut Johnny bersama para operator mengecek gangguan pada 122 BTS yang terdampak gempa dari total 651 BTS yang ada. Menurutnya, BTS akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi.

"Sejauh ini sebanyak 122 yang tidak berfungsi. Mudah-mudahan power supply saja, tapi kalau ada kerusakan struktural bangunan atau jaringan memerlukan waktu sedikit lebih lama," jelasnya.

Menurut dia operator telekomunikasi juga berupaya memulihkan layanan dengan menyediakan genset untuk mengalirkan listrik. Kominfo dan operator berkomitmen memulihkan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa Majene, karena itu faktor vital untuk penanganan tanggap darurat.

"Jika, BTS tersebut hanya mengalami masalah gangguan aliran listrik, maka pihaknya telah menyediakan genset untuk mengalirkan listrik ke sana. Sehingga, jaringan telekomunikasi yang bisa kembali seperti sediakala," ungkapnya.

Selain itu, Menkominfo menyatakan telah mengirimkan Very-Small-Aperture Terminal (VSAT) ke wilayah terdampak gempa bumi untuk mendukung layanan telekomunikasi yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat. "Untuk mengoptimalkan jaringan telekomunikasi khusus, bagi layanan medis dan layanan tanggap darurat lainnya," jelasnya.

Akibat gempa bumi yang memutus aliran listrik, 122 BTS di Majene, Mamuju Tengah, dan Polewali Mandar dilaporkan tidak bisa berfungsi. Itu adalah 18,7 persen dari total 651 BTS yang ada. Sedangkan sisanya, dilaporkan masih dapat melayani kebutuhan komunikasi para pelanggan di wilayah yang terdampak bencana tersebut.

"Kementerian Kominfo melalui Ditjen PPI sudah meminta operator seluler berupaya keras dalam pemulihan sebagian BTS yang terdampak bencana gempa bumi," ujar Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ahmad M Ramli.

Ramli mengatakan pihaknya memantau terus kondisi perbaikan di lapangan di masa tanggap darurat pasca gempa Majene ini. Selain menggunakan genset, operator juga melakukan rekayasa jaringan agar layanan untuk pelanggan tetap bisa terjaga.

"Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk mengerahkan segala upaya untuk melakukan pemulihan terhadap site seluler yang masih down sehingga dapat berfungsi kembali secara normal meskipun listrik PLN masih putus atau down," tuturnya.



Simak Video "BMKG: Gempa M 6,2 Majene Akibat Aktivitas Patahan Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)