Ada Kuota Belajar dan Kuota Umum, Apa Bedanya?

Ada Kuota Belajar dan Kuota Umum, Apa Bedanya?

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 26 Sep 2020 22:02 WIB
Siswa siswi menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga RW 05 Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (27/8/2020). WiFi gratis ini disediakan oleh swadaya warga RW 05 guna membantu anak-anak yang melakukan pembelajaran jarak jauh yang terkendala dengan kuota internet.
Ada Kuota Belajar dan Kuota Umum, Apa Bedanya? Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Bantuan kuota internet gratis yang disalurkan pemerintah untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen dibagi menjadi dua, ada kuota belajar dan ada kuota umum. Apa perbedaannya?

Kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses halaman dan aplikasi untuk pembelajaran yang disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Sedangkan kuota umum bisa digunakan mengakses seluruh halaman dan aplikasi.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Peserta didik PAUD mendapatkan 20GB per bulan terdiri dari 5GB kuota umum dan 15GB kuota belajar
  • Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35GB per bulan terdiri dari 5GB kuota umum dan 30GB kuota belajar
  • Pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42GB per bulan terdiri dari 5GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar
  • Mahasiswa dan dosen mendapatkan 50GB per bulan dengan rincian 5GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.
kuota belajar gratisFoto: Istimewa/Screenshot detikinet

Jika dilihat, alokasi kuota belajar dan kuota umum memang tidak seimbang. Jatah untuk kuota belajar jauh lebih besar ketimbang kuota umum. Kemendikbud menjelaskan ada alasan untuk itu.

"Tentunya pemerintah memberikan subsidi sebesar ini agar benar-benar digunakan untuk mendukung PJJ. Untuk akses yang umum di luar pembelajaran akan dibatasi. Jadi yang untuk entertainment, main game, dan lainnya lebih kecil. Ini adalah suatu bentuk pengawalan agar benar-benar digunakan sesuai tujuannya," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam konferensi pers virtual Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020, Jumat (25/9/2020).

Untuk kuota belajar, secara rinci ada 19 aplikasi pembelajaran, 5 aplikasi video conference, 22 website, dan 401 website universitas yang bisa diakses untuk memenuhi kebutuhan PJJ. Daftar laman dan aplikasi apa saja yang bisa diakses menggunakan kuota belajar, dapat dilihat di halaman berikut.

Mendikbud Nadiem berharap diresmikannya Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 dapat mendukung para peserta didik dan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh di tengah situasi pandemi yang menantang ini.



Simak Video "Akses Gratis Aplikasi-Website Bantuan Kuota Belajar dari Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)