Perbedaan Jaringan Standalone (SA) dan Non-Standalone (NSA) di 5G

Kolom Telematika

Perbedaan Jaringan Standalone (SA) dan Non-Standalone (NSA) di 5G

JS Pan - detikInet
Kamis, 13 Agu 2020 10:03 WIB
Ilustrasi 5G
Foto: Huawei
Jakarta -

Saat menerapkan jaringan 5G, beberapa negara memastikan menggunakan Non-Standalone (NSA). Tapi ada yang memilih menerapkan sistem Standalone (SA). Apa perbedaan keduanya?

Menurut standar 3GPP Release 15 yang mencakup jaringan 5G, gelombang pertama jaringan dan perangkat akan diklasifikasikan sebagai Non-Standalone (NSA), yaitu jaringan 5G yang didukung infrastruktur 4G yang sudah ada. Smartphone 5G akan terhubung ke frekuensi 5G untuk peningkatan throughput data tapi akan tetap menggunakan 4G untuk hal-hal non-data seperti hubungan ke BTS dan server.

Rencana awal infrastruktur selular 5G akan berfokus pada enhanced mobile broadband (eMBB) untuk menyediakan bandwidth data yang lebih tinggi dan keandalan koneksi yang lebih baik lewat dua spektrum frekuensi radio baru:

  • Spektrum Frekuensi 1 bersinggungan dengan dan memperpanjang frekuensi 4G LTE, beroperasi dari 450MHz hingga 6.000MHz. Diberi nomor 1 hingga 255, dan biasanya dirujuk sebagai New Radio (NR) atau sub-6GHz.
  • Spektrum Frekuensi 2 beroperasi di frekuensi yang jauh lebih tinggi, yaitu 24.250MHz (~24GHz) hingga 52.600MHz (~52GHz). Diberi nomor dari 257 hingga 511 dan biasanya dirujuk sebagai millimeter wave (mmWave), meskipun sebenarnya frekuensi 'millimeter' dimulai di 30GHz

Tidak semua spektrum frekuensi besar di atas akan digunakan karena ketersediaan zona frekuensi berbeda-beda tiap negara, sehingga sub-slice berbeda akan tersedia bergantung di mana perangkat beroperasi. Ini merupakan tantangan teknis besar untuk desain smartphone (atau khususnya perancang modem 5G), yang harus meminimalkan biaya desain dengan sebuah platform tunggal sederhana, sambil sekaligus mendukung seluruh kombinasi frekuensi dengan kinerja, kehandalan koneksi, dan efisiensi daya terbaik.

Sementara itu, jaringan Standalone (SA) memiliki keunggulan dalam penyederhanaan dan efisiensi yang lebih baik, yang akan mengurangi biaya, dan meningkatkan kinerja throughput hingga ke ujung jaringan, sambil membantu pengembangan kasus-kasus penggunaan baru selular seperti ultra-reliable low latency communications (URLLC). Untungnya, migrasi dari 5G NSA ke SA oleh para operator telekomunikasi seharusnya terjadi dengan mulus tanpa dirasakan oleh para pengguna.

*) JS Pan adalah General Manager, Wireless Communication System and Partnership, MediaTek



Simak Video "Realme Percaya Diri Mendaratkan X50 Pro dengan Fitur Siap 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/rns)