Luwu Utara Diterjang Banjir, Jaringan Telekomunikasi Terus Diperbaiki

Luwu Utara Diterjang Banjir, Jaringan Telekomunikasi Terus Diperbaiki

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 14 Jul 2020 19:56 WIB
Sebuah truk milik warga terendam lumpur akibat banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). Petugas BPBD Sulawesi Selatan masih menginventarisasi kerugian akibat banjir bandang pada Senin, 13 Juli 2020 yang mengakibatkan puluhan rumah terbawa arus, dua orang meninggal dan tujuh orang hilang. ANTARA FOTO/Indra/wpa/foc.
Luwu Utara Diterjang Banjir, Jaringan Telekomunikasi Terus Diperbaiki. Foto: ANTARA FOTO/INDRA
Jakarta -

Telkomsel terus berupaya memperbaiki layanan telekomunikasi miliknya yang mengalami gangguan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, usai diterjang banjir bandang sejak Senin malam (13/7).

Gangguan jaringan telekomunikasi Telkomsel di Luwu Utara itu dikarenakan putusnya fiber optik dan pemadaman listrik.

"Hingga berita ini diturunkan, Telkomsel telah melakukan recovery network 60%, sehingga layanan kami dapat digunakan kembali oleh pelanggan di Masamba," ujar Manager Network Service Telkomsel Pare-Pare, Fredi Tandibura dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2020).

Disampaikan Fredi juga, pihaknya menyebutkan proses recovery terus dilakukan sampai sekarang. Namun, untuk beberapa titik masih sulit dijangkau, karena akses tertutup lumpur.

"Telkomsel turut prihatin atas bencana banjir bandang yang terjadi di Masamba," ucap Fredi.

Diberitakan sebelumnya, curah hujan yang tinggi di wilayah Luwu Utara ini membuat Sungai Masamba meluap ke permukaan. Begitu juga Sungai Radda pun turut merendam pemukiman warga di sekitar.

Menurut informasi yang telah dihimpun Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, akibat banjir bandang tersebut dilaporkan ada 11 orang yang meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya masih dalam pencarian.

"Sampai saat ini kami belum bisa sampaikan berapa totalnya warga yang hilang, karena teman-teman ini masih keliling mendata. Tadi ada yang sampaikan ada 10, ada yang sampaikan 7. Jadi masih masing-masing keluarga saja yang melaporkan. Kami belum bisa dapat data yang valid berapa total warga yang hilang. Kalau yang meninggal sementara ini laporan masuk sudah ada 11 orang," tutur Indah.

Sementara itu, berdasarkan penuturan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah bahwa Pemprov Sulawesi Selatan telah mengirim tim BPBD ke lokasi banjir bandang di Masamba, Luwu Utara. Ia pun memerintahkan tim untuk menyediakan air bersih dan membuat dapur umum bagi warga terdampak banjir.

"BPBD Provinsi juga saya sudah minta untuk segera bergerak, terutama untuk penyiapan air bersih, dapur umum. Dan saya mendapat laporan bahwa pemerintah Kabupaten Luwu Utara di bawah pimpinan Ibu Bupati telah menyiapkan tempat pengungsian baik di Kantor DPRD, Kantor Bupati, maupun warga yang memiliki masalah kesehatan itu di rumah sakit," kata Nurdin.



Simak Video "Penampakan Sisa Keganasan Banjir Bandang di Luwu Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)