Rabu, 15 Mei 2019 22:20 WIB

Penetrasi 4G LTE di Indonesia Capai 90%

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah, lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dalam menggelar infrastruktur broadband di Indonesia. Upaya tersebut untuk meratakan akses internet hingga daerah tertinggal, terpencil, dan terluar.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail mengatakan bahwa sejak layanan 4G LTE diperkenalkan, penetrasinya saat ini sudah mencapai 90% dari total populasi penduduk Indonesia.

Ismail menyebutkan dengan beroperasinya layanan mobile broadband dengan jaringan 4G, sudah memberikan perubahan dan manfaat signifikan bagi masyarakat. Salah satu manfaat tersebut turut mendorong produktifitas masyarakat.




Kehadiran mobile broadband, banyak aktifitas ekonomi masyarakat yang tumbuh. Contohnya untuk e-Commerce, transaksi jual beli secara online, e-government, e-learning, maupun e-health. Menurut Ismail, mobile broadband jadi salah satu indikator kemajuan suatu negara, sehingga reputasi Indonesia di kancah internasional diukur dari kemajuan dan penetrasi sektor tersebut.

"Saat ini masyarakat Indonesia sudah merasakan manfaat dari mobile broadband. Ini dibuktikan dengan tumbuhnya digital ekonomi yang eksponensial dalam beberapa waktu terakhir ini," kata Ismail dalam keterangannya.

"Kunci utama dari pertumbuhan ekonomi digital adalah konektivitas dan akses dari mobile broadband, sehingga manfaat kehadiran dari mobile broadband sudah dapat dirasakan oleh masyarakat," lanjutnya.

Palapa Ring Timur.Palapa Ring Timur. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Ismail mengakui kalau kualitas mobile broadband masih belum memuaskan. Namun dari perkembangannya dinilai kian membaik dari hari ke hari. Ia juga berujar, kualitas backbone juga menentukan kualitas dari mobile broadband.

Jika akses dipasang layanan 4G, tetapi backbone masih menggunakan akses yang bukan berkecepatan tinggi, maka kata Dirjen SDPPI ini, akan terjadi bottleneck.

"Oleh karena itu, pemerintah tengah menyelesaikan Palapa Ring hingga pelosok. Insya Allah pertengahan tahun 2019 ini seluruh Kabupaten/Kota akan terhubung dengan backbone Palapa Ring. Tujuannya agar kualitas backbone meningkat dan pada akhirnya kualitas dari mobile broadband melalui jaringan 4G LTE juga semakin baik," tuturnya.




Untuk cakupan 4G LTE, Kominfo juga memiliki modern licensing telekomunikasi, komitmen pembangunan dan kualitas layanan. Operator telekomunikasi wajib melaporkan komitmen pembangunan dan kualitas layanan yang telah mereka laksanakan. Ismail menjelaskan, evaluasi dan feedback terhadap modern licensing telekomunikasi, komitmen pembangunan dan kualitas layanan terus dilakukan oleh Kominfo.

Mengenai utilisasi jaringan mobile broadband yang dibangun oleh operator selular di Indonesia, Ismail mengatakan masih terbilang rendah. Rendahnya utilisasi itu disebabkan ketersediaan low end handset smartphone serta masih banyak masyarakat yang masih memiliki handset feature phone.

Kendala lain yang kerap ditemui Kominfo dalam sosialisasi penggunaan mobile broadband adalah cara melakukan setting handset. Memang disetiap handset yang dimiliki masyarakat ada buku panduan cara setting baik itu otomatis 4G LTE, atau manual 4G, 3G atau 2G.

Penetrasi 4G LTE di Indonesia Capai 90%Ilstrasi. Foto: via Business Insider


"Kita sering menemukan handset sudah 4G namun setting masih 3G atau bahkan 2G. Bahkan ada SIM Card yang masih belum bisa 4G. Jadi, ganti handset ke smartphone tidak serta merta membuat orang pindah ke 4G. Itu salah satu kendala yang kita temui. Maka dari itu kita perlu melakukan sosialisasi lebih lagi mengenai setting handset 4G LTE," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Kominfo bersama jajarannya seperti BRTI dan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) akan terus melakukan sosialisasi terhadap manfaat dan kegunaan dari mobile broadband. Selain melakukan sosialisasi bersama jajaran Kominfo, Ismail mengharapkan juga mitra kerjanya seperti operator telekomunikasi selular juga gencar melakukan sosialisasi manfaat dan cara setting handset yang benar. Sehingga layanan mobile broadband melalui jaringan 4G LTE dapat segera dimanfaatkan secara optimal.




Ismail yang juga Ketua BRTI ini menuturkan dengan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan secara optimal layanan mobile broadband melalui jaringan 4G LTE, operator juga mendapatkan manfaat seperti penghematan maintenance. Dikarenakan, operator tak perlu menjalankan beberapa teknologi sekaligus dalam satu area.

"Jika jaringan 4G LTE sudah tersedia dan masyarakat sudah memanfaatkan dengan optimal, maka layanan 2G bisa ditutup. Jika layanan 2G sudah ditutup, artinya operator tak perlu mengoperasikannya lagi. Belum lagi dari sisi penghematan spektrum radio. Dengan masyarakat yang memanfaatkan layanan 4G LTE maka optimalisasi penggunaan spektrum dapat terjadi," pungkas Ismail. (agt/krs)