BERITA TERBARU
Kamis, 19 Apr 2018 12:58 WIB

Begini Upaya Indosat Cegah 1 NIK Dipakai 2,2 Juta Nomor

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Presiden Direktur & CEO Indosat Joy Wahyudi (Agus Tri Haryanto/detikINET) Presiden Direktur & CEO Indosat Joy Wahyudi (Agus Tri Haryanto/detikINET)
Lampung - Kasus penyalahgunaan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dipakai untuk registrasi 2,2 juta nomor prabayar sempat menimbulkan kehebohan di jagat telekomunikasi Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi pun ikut berkomentar dan memberikan pandangannya agar kasus serupa tak terjadi lagi di masa depan.

"Indosat terus melakukan sosialisasi agar registrasi prabayar berjalan baik di mitra dan outlet," kata Joy saat media gathering Indosat di Lampung, Kamis (19/4/2018).



Untuk perbaikan registrasi di outlet, menurutnya Indosat tetap melarang penggunaan NIK atau Nomor Kartu Keluarga (No KK) tanpa hak dan menerapkan batasan maksimal 10 MSISDN untuk 1 NIK.

"Untuk penggunaan NIK yang diduga dilakukan tanpa hak, Indosat telah melakuan pemblokiran secara bertahap," kata Joy.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, pelanggan yang terdampak kasus ini masih dapat terus menggunakan layanan dengan melakukan registrasi secara benar.



Outlet pun, kata Joy, masih terus dapat melakukan aktivitas penjualan selama nomor yang terblokir diregistrasikan kembali dengan benar, valid dan tidak menggunakan NIK atau No KK tanpa hak.

"Indosat terus berkerjasama dengan outlet untuk memastikan kelancaran program registrasi prabayar," pungkasnya. (agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed